PONTIANAK -Newshanter.com. Sekitar pukul 12.18 WIB, massa Aksi Damai Bela Ulama 205 yang telah selesai menunaikan salat Dzuhur, kembali berkumpul di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak.Bendera besar dan kecil berwarna putih dan hitam mewarnai aksi.Selain itu, tampak juga sebagian massa mengenakan pakaian serba putih.
Di antaranya pula, ada yang terlihat mengenakan ikat kepala dari kain, yang beragam warna, ada yang berwarna kuning, putih, hitam, dan merah.Setelah sekitar beberapa menit berorasi dan berkoordinasi. Teriakan takbir kemudian terdengar saat ribuan massa mulai bergerak menuju Polda Kalbar, sekitar pukul 12.30 WIB.
Namun sedikit terjadi ketegangan, saat massa yang hendak keluar kawasan Masjid Raya Mujahidin, terhenti tepat di pagar masjid lantaran personel aparat keamanan hendak mengamankan bambu yang dijadikan tiang bendera, yang dipegang sebagian massa.
Setelah imbauan dari Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Iwan Imam Susilo dan Korlap Aksi, Sy Hasan Basri dapat meredam kesalahpahaman tersebut.Tak lama pagar dibuka oleh aparat keamanan, massa yang tertahan kemudian berjalan perlahan menuju Mapolda Kalbar.
“Saya minta tertib, saya minta tertib kepada saudara-saudara, saya minta tertib. Kita sudah sepakat, jaga ketertiban. Untuk aparat, persuasif, jaga ketertiban. Saya minta kepada saudara-saudara tetap tertib,” ucap Kapolresta melalui pengeras suara.
Massa melakukan long march, sebagian besar berjalan kaki, menggunakan sepeda motor, dan beberapa di antaranya menggunakan mobil.Sepanjang jalan perjalanan, ribuan massa aksi damai Bela Ulama 205 bersama-sama meneriakan salawat, takbir, tahmid dan tahlil.Pergerakan massa sempat terhenti di Jalan Jend A Yani, tepatnya di sekitar Taman Budaya.
Karena ada sebagian kecil barisan massa yang menyeberang ke Taman Budaya, namun diikuti sebagian massa lain yang dibelakangnya.Kesalahpahaman tersebut akhirnya dapat diatasi, setelah Korlap Aksi Bela Ulama 205 kembali mengarahkan agar massa tetap menyatu ke dalam barisan.
Sebagian kecil massa yang sebelumnya menyeberang ke sekitar Taman Budaya, akhirnya bergabung kembali ke dalam barisan.
Massa Aksi Damai Bela Ulama 205, kembali bersalawat bersama mengiringi perjalanan mereka. Kibaran bendera yang dibawa massa, mewarnai aksi damai tersebut.Jalur Jalan Jend A Yani menuju Mapolda Kalbar tampak dipenuhi ribuan massa.
Sementara jalur di sebelahnya, tampak lengang. Hanya beberapa personel aparat keamanan yang berjaga-jaga di tepi jalan.Tampak sebagian kaum perempuan yang ikut aksi, menggunakan mobil konsumsi.
Mereka membagikan air mineral kepada kaum pria peserta aksi di sepanjang jalan.Sementara sebagian peserta pria, ada yang membawa kotak kardus.Menampung sampah-sampah bekas air mineral maupun sampah makanan lainnya.Setibanya di Mapolda Kalbar, aparat kepolisian telah tampak siap memberikan pengawalan. Massa kemudian diarahkan ke halaman Mapolda Kalbar. Namun sayangnya, beberapa saat kemudian massa yang telah berada di halaman Mapolda sempat terprovokasi, melempari aparat keamanan yang berjaga dengan botol mineral.
Beruntung situasi ini dapat segera dikendalikan sejumlah pimpinan aksi.Massa kemudian diarahkan berkumpul mendekati podium yang berada di halaman Mapolda.Sejumlah tokoh sempat berorasi, sebelum 15 perwakilan massa menemui Kapolda Kalbar Brigjen Erwin Triwanto, untuk beraudiensi di ruang Coffe Morning Polda Kalbar.
“Kepada peserta aksi damai, Islam rahmatanlil alamin, kita buktikan pada hari ini, jangan sampai ada satu pun, jangan ada satu pun yang melakukan tindakan anarkis. Bahkan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, tadi kita sudah sama-sama mendengarkan apa yang tadi diwasiatkan, apa yang diceramahkan, di tausiyahkan,” ucap satu di antara orator, Ustaz Syahrani kepada peserta aksi.
15 perwakilan tersebut kemudian menemui Kapolda Kalbar. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup. Sementara peserta aksi tetap meneruskan orasi dan aksi, sambil menunggu hasil audiensi, di halaman Mapolda Kalbar.
“Adapun yang lain, kami minta untuk bisa memberikan orasi secara bergiliran. Tentu dengan menjaga tata tertib, tentu dengan menjaga tata krama. Tentu dengan menjaga adab, akhlak, kita jaga dan kita tunjukkan, kita adalah umat Islam yang rahmatan lil alamin. Kita umat Islam yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian, nilai-nilai persatuan, nilai-nilai yang sarat dengan akhlak yang terpuji, kita harus tunjukkan itu,” sambungnya.(tribune)





