Ahmad Dhani Blak Blakan Beberkan Siapa di Balik Layar Bom Bunuh Diri, Dhani Kenal?

Bukan Teroris! Ahmad Dhani Blak Blakan Beberkan Siapa di Balik Layar Bom Bunuh Diri, Dhani Kenal? kolasesripoku.com kolasesripoku.com.

JAKARTA- – Rentetan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya sampai saat ini masih menjadi duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Semua orang mengecam kelakuan keji tersebut. Apalagi, sampai saat ini sudah puluhan orang meninggal dan terluka.

Bom bunuh diri awalnya terjadi di gereja Santa Maria Surabaya, kemudian menyebar kedua titik lain.
Pelakunya bernama Dita Oeprianto meledakkan bom di Gereja Pantekosta, Jalan Arjuno.

Bom di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro diledakkan oleh istri Dita, Puji Kuswati yang membawa dua anak perempuannya.Kedua anak laki-laki Dita meledakkan bom di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel.

Setelah ditetapkan menjadi pelaku, tak disangka masa lalu kelam Dita membawanya menjadi pelaku ektrem tersebut.Paling mengejutkan, fakta tentang pernikahannya dengan Puji Kuswati yang ternyata tak mendapat restu orangtua sang istri.

Hal itu diungkap oleh Rusiono, perwakilan pihak keluarga Puji.
Tapi, keluarga istrinya akhirnya denga berat hati menerima.

Puji, istri Dita berasal dari keluarga berkecukupan karena ternyata ibunya seorang juragan jamu sukses di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar Banyuwangi.

Dita dan Puji tinggal di Surabaya setelah menikah. Meski sudah menikah, ternyata hidup Dita dan Puji masih bergantung kepada keluarga. Bahkan rumah dan kendaraan miliknya dibelikan orangtuanya.

“Rumah yang di Surabaya yang membelikan keluarga dari Muncar. Bahkan dibelikan mobil sampai tiga kali dijual. Terakhir dibelikan mobil, supaya tidak dijual BPKB-nya ditaruh di Muncar, itu baru tidak dijual,” kata Kepala Desa Tembokrejo, Sumarto.

Diduga mobil ketiga yang dibelikan, jenis Toyota Avanza. Mobil itulah yang dipakai untuk melakukan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya.

Rusiono, perwakilan keluarga pelaku di Desa Tembokrejo menyampaikan, dua mobil yang dibelikan keluarga sebelumnya dijual dengan alasan tidak jelas. Sementara rumah yang ditempati di Surabaya, dibelikan dengan harga Rp 600 juta.

 

Dari segi pendidikan, Dita pernah berkuliah di Universitas Airlangga (Unair), namun di drop out (DO). Informasi itu dibenarkan Rektor Unair, Mochammad Nasir.

“Benar bahwa pelaku teror atas nama Dita Oeprianto pernah terdaftar dan kuliah di Fakultas Ekonomi Unair dengan NIM 049114141P. Yang bersangkutan pernah terdaftar sebagai mahasiswa Diploma 3 Program Studi Manajemen Pemasaran. Bukan D3 Akuntansi,” kata Nasir dalam keterangan persnya, Senin (14/5).

Namun pimpinan Jamaah Asharu Daulah (JAD) Surabaya itu tidak menyelesaikan kuliahnya. Dita di-drop out (DO) dari fakultas lantaran nilai akademisnya jauh di bawah rata-rata.

“Yang bersangkutan tidak lulus alias DO dari program tersebut dan hanya menempuh 47 SKS dengan IPK 1,47,” tegasnya.

Nasir juga menjelaskan, Dita tidak pernah aktif di kegiatan organisasi mahasiswa, baik di Senat Mahasiswa maupun Unit Kegiatan Mahasiswa, termasuk Kelompok Kajian di Masjid Kampus.

Distributor obat herbal

Dita dikenal sosok yang ramah di lingkungan rumahnya, Wonorejo Asri Blok K/22A. Seorang pemilik rumah makan di Wonorejo Asri, Armuji mengatakan tak mengira, jika Dita yang sebelumnya dikenal sebagai sosok santun pada warga menjadi pelaku pengeboman.

Dilihat dari cara berpakaiannya, Dita dinilai biasa oleh pemilik rumah makan ini.

Menurut Armuji, tidak ada yang mencurigakan dari Dita. Bahkan dia tak menyangka kalau Dita jadi otak pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.

Bahkan, Dita terlihat bersama kedua anak lelakinya sering berboncengan naik motor menuju ke musala untuk salat berjemaah.

Meski demikian, sosok Dita yang diketahui bekerja sebagai distributor obat herbal ini diketahui tidak banyak bicara dan bersosialisasi dengan warga semenjak dua tahun terakhir.Padahal, tiga tahun yang lalu, Dita pernah menjadi Ketua Sub RT 2/RW 3 Kelurahan Wonorejo.

Begitu juga dengan sosok istri Dita yang tidak terlihat mencurigakan. Meski tidak memakai cadar, Puji jarang keluar rumah. Namun, tidak dengan anak-anaknya, mereka kerap bermain bersama anak-anak yang lain.

Ahmad Dhani Melihat Ada Kuasa Gelap

Sementara itu Musisi Ahmad Dhani mengungkapkan pendapatnya terkait peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

Dhani menyebut bahwa hal itu adalah sebuah konspirasi.

“Saya tidak menyebut mereka teroris, ini konspirasi kuasa gelap. Jadi, memang pelaku terornya, sebenarnya mereka bukan pelaku teror ya. Karena mereka mati, kemudian ada yang menyutradarai,” tegasnya dilansir Sripoku.com dari Tribunnews.com di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, istilah Islam radikal maupun Islam ekstrim tidak terdapat dalam kitab suci Al-Quran.
“(Islam) radikal dan ekstrim itu tidak ada di dalam wacana Islam, radikal islam teroris tidak ada kata-kata itu di dalam atau termasuk di dalam Al-Quran,” ujarnya.

Suami dari Mulan Jameela itu juga menyebut, dalam sejarah Islam, tidak dikenal adanya teror.
“Teror itu di jaman khalifah gak ada di jaman Muhamad gak ada dalam khalifah usmani gak ada, jaman salahuddin ga ada kata-kata teror ekstrimis radikal itu ada setelah adanya Bahasa Inggris saja,” katanya saat menjalani sidang terkait kasus ujaran kebencian, Dhani menunjukkan rasa belasungkawanya pada peristiwa berdarah ini.

Dalam sidang tersebut, ia terlihat menggunakan blangkon berwarna hitam, serta jas berwarna hitam.
“Iya, ini rasa bela sungkawa terhadap korban-korban sutradara bom (yang terjadi di Surabaya),” kata Dhani sebelum menghadapi sidang putusan sela, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

Dhani menyebut, dirinya tak ingin menganggap kasus bom ini merupakan ulah dari kelompok Islam radikal.(Sumber; Sripoku)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *