Dengan Tangan diikat Sopir Travel selamat dari Kawanan Perampok, Mobil Korban BG 1497 PU Dibawa Kabur

ILUTRASI

PRABUMULIH -Newshanter.com– Aksi perampokan terhadap sopir travel plat hitam kembali terjadi.Setelah sebelumnya Imron, sopir tavel Palembang-Baturaja tewas dirampok, kali ini giliran Abdullah Hendi Bin Mursal (30) warga Desa Pinang Belarik Kampung 4 Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Muaraenim, menjadi korban perampokan, Selasa (15/9/2015) sekitar pukul 00.30.

Abdullah Hendi yang merupakan sopir travel jurusan Palembang-Muaraenim itu dirampok saat hendak mengantar empat kawanan rampok yang menyamar sebagai penumpang tersebut.Korban nyaris tewas, lantaran para pelaku menodongkan senjata api, menjerat leher, memukul menggunakan batu serta menusukkan pisau ke bagian tubuh korban.

Beruntung korban berhasil meloncat dengan membuka pintu mobil yang saat itu tengah melaju di kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Simpang Penimur (SP) Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih.

Warga yang melihat korban jatuh dari mobil dan menjerit minta tolong kemudian langsung menghampiri serta memberikan bantuan, sementara sebagaian warga melapor ke Mapolsek Prabumulih Barat.Petugas yang datang kemudian melarikan korban dengan kondisi penuh luka ke Rumah Sakit Fadillah Kecamatan Prabumulih Barat.

Sedangkan mobil Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi BG 1497 PU, handphone serta barang lainnya milik korban berhasil dibawa kabur empat kawanan tidak dikenal itu mengarah ke Palembang.

Peristiwa perampokan bermula ketika korban Abdullah Herdi hendak pulang mengarah ke Kabupaten Muaraenim dari mengantar penumpang tujuan Palembang.

Namun ketika melintas di Simpang 32 Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir, ada empat pemuda tidak dikenal yang merupakan pelaku menyamar menjadi penumpang lalu memberhentikan mobil untuk meminta antar ke arah Baturaja.

Lantaran korban hendak pulang ke arah Kabupaten Muaraenim, lalu korban menawari para pelaku ikut hingga Rumah Makan Siang Malam Prabumulih agar selanjutnya mudah mencari mobil untuk menyambung arah Baturaja.

Para pelaku yang memang telah merencanakan hal itu lalu mengikuti ajakan korban dan masuk mobil, tiga pelaku duduk di tengah dan satu pelaku duduk di samping. Naas bagi korban, baru berjalan sekitar setengah jam, dirinya diminta menepikan mobil dengan alasan hendak buang air kecil.

Sebelum mobil berhenti, satu pelaku yang duduk di belakang sopir langsung memukulkan gagang senjata api ke kepala korban hingga membuat korban pingsan.Setelah Abdullah Hendi pingsan, para pelaku memindahkan tubuh korban ke bangku samping sopir.

Setelah korban sadar dirinya mendapati leher dalam keadaan terjerat, bagian tubuh berdarah dan muka serta bagian dada sakit.Para pelaku yang menyadari korban bangun lalu kembali akan melakukan penyiksaan, namun Abdullah Hendi yang sigap langsung membuka pintu kiri depan mobil dan meloncat. Melihat korban meloncat, empat pelaku sempat menghentikan laju mobil dan turun.

Beruntung, warga yang melihat korban jatuh serta adanya empat pelaku bersenjata senpi dan sajam langsung berlarian melakukan pertolongan, melihat itu para pelaku memutar arah mobil dan kabur mengarah Palembang.

Selanjutnya warga memberitahu kepolisian dan selanjutnya bersama-sama membawa Abdulah Hendi ke Rumah Sakit Fadhillah untuk menjalani perawatan.

“Korban sempat mendapat perawatan di RS Fadillah, selanjutnya karena kondisi sudah membaik langsung dijemput pihak keluarga,” ungkap staf Humas RS Fadillah yang enggan namanya disebutkan.

Terpisah, Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIk MTCP melalui Wakapolres, Kompol FX Irwan Arianto SIk membenarkan adanya peristiwa itu.

“Modus yang dilakukan para pelaku hampir sama dengan perampokan yang berhasil kita ungkap lalu, begitupun tempat korban diduga dibuang tak jauh dari penemuan mayat sopir travel lalu. Kita akan terus melakukan penyelidikan, untuk korban nanti akan kita mintai keterangan lagi karena sekarang dia masih trauma,” ujarnya.

Pihaknya menghimbau, seluruh sopir travel atau pemilik mobil untuk berhati-hati dan lebih memilih saat mencari penumpang, terlebih saat ini perampokan sopir travel dilakukan pelaku berpura-pura sebagai penumpang mulai marak.

“Para sopir hendaknya waspada, jangan hanya memikirkan uang sedikit tapi keselamatan terabaikan, kita harap selalu waspada dan lebih cermat serta hati-hati memilih penumpang,” bebernya.

Disinggung mengenai para pelaku perampokan sopir travel Amron sudah ditangkap apakah mobil sudah diamankan, Wakapolres mengatakan, mobil Toyota Innova warna silver milik korban Amron yang dilarikan para pelaku yang tertangkap sudah diamankan.

“Perampokan travel sebelumnya pelaku sudah kita ringkus dan mobil telah kita amankan, kita berharap pelaku serta mobil milik korban Abdullah Hendi juga berhasil diamankan nantinya,” tuturnya mengharapkan dukungan semua pihak. (SP/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *