Pekanbaru, Newshanter.com
Ratusan Massa dari Aliansi Masyarakat peduli penegakan hukum AMPUH Riau, melakukan aksi Demo di depan kantor DPRD kota Pekanbaru di jl Sudirman pada hari Senin 29/7/2019 .
Dalam orasi (AMPUH) mereka minta kepada DPRD kota Pekanbaru serta pihak penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas (jangan pilih diam) di sinyalir pihak bea dan cukai serkesan lamban di dalam mengawasi segala jenis barang-barang yang masuk ke dalam wilayah Pekanbaru ( Riau khususnya) pihak bea dan cukai diduga abaikan tugas pungsi sukar penindakan tertutup.
Seperti yang di sampaikan oleh Kordinator aksi massa AMPUH Sami’an dalam orasinya menyebutkan begitu banyaknya jalur-jalur yang menjadi bebasnya keluar masuk secara ilegal antara lain.
Pelabuhan kontainer di sungai duku, Pelabuhan kontaine di pelindo perawang, Pelabuhan tanjung buton sasaran dari Batam ,Pelabuhan rakyat di sungai apit, sungai rawa dan lain lain diseputaran wilayah kab. Siak ,Pelabuhan rakyat di sepanjang sungai siak wilayah kota pekanbaru.
Barang barang seken seperti kasur, kursi, meja, lemari, pelengkapan medis, ban bekas, mesin mesin bekas, onderdil onderdil bekas, karpet bekas dll yg masuk dari luar negeri yang ada diseputaran pasar bawah yg seharusnya tidak boleh diperjual belikan karena dapat mempengaruhi industri lokal dan seharusnya dimusnahkan atau wajib dikembalikan ke wilayah asal dan begitu juga dengan balpres balpres yg ada di pasar kodim dan warung warubg yg ada di seputaran pekanbaru yg jelas jelas pakain tersebut barang bekas yg tidak terjamin kebersihan dan kesehatanya.
Sambungnya.” Kami mewakili masyarakat atas nama Aliansi Masyarakat peduli penegakan hukum AMPUH sangat menyayangkan Diduga banyaknya oknum yang bermain dalam internal lingkungan lembaga pengawasan bea dan cukai , sehingga tidak mampu mengawasi barang-barang yang masuk ke wilayah Pekanbaru, hal tersebut dapat mempengaruhi pendapatan Anggaran daerah PAD kota Pekanbaru, sebab bea dan cukai adalah paratur negara yg bertugas meningkatkan pajak negara dari segi cukai dan bea masuk dan bea keluar dari segi ekspor impor, oleh karena itu kami meminta kepada aparat berwewenang melakukan penindakan tegas kepada oknum & pelaku usaha ilegal ini, kalau belum juga ada tindakan kami akan mendatangkan masa lebih banyak lagi.” Tegasnya sambil acungkan bangkai tikus berbau busuk.” Sebutnya.
Massa aksi juga minta anggota dewan tidak tutup mata dengan permainan bea cukai ini. Dan massa pun sempat melakukan aksi goyang-goyang pagar pintu masuk, dengan memecahkan botol miras ilegal.
pimpinan Kompol Sunarti, ratusan aparat dari kepolisian jajaran Resta Pekanbaru terus mengawal perjalanan aksi masa demo, sempat terjadi semi anarkis sebelumnya , aksi massa mulai mendingin setelah di tanggapi wakil ketua DPRD kota Pekanbaru J Romi Sinaga, aksi orasi berjalan dengan aman ,masa pengunjukpun bubar secara damai.
Sehubungan dengan dengan hal tersebut JHON ROMI SINAGA sebagai wakil ketua DPRD kota Pekanbaru fraksi PDI Perjuangan menanggapi juga berharap dukungan semua pihak atas kinerja yang akan kami lakukan demi kepentingan masyarakat ” Ini menjadi atensi kita, dan dalam waktu dekat kami akan panggil pihak bea cukai, dan mari kita sama-sama melakukan pengawasan,” kata wakil ketua DPRD Pekanbaru Jhon Romi Sinaga yang menyambut langsung massa aksi demo itu.
diharapkan pihak yang berwenang pada bidangnya harus mampu menindak tegas segala jenis produk, termasuk barang – barang yg ada di pasar buah pekanbaru dan bahan bahan stektil yg masuk ke pekanbaru dan barang barang brendit lainnya seperti jam tangan, tas , celana, baju, rokok, makanan, minuman dll.
Kemudian, sambung Jhon Romi Sinaga.” sejauh ini sudah berapa banyak kah kasus yang ditangani bea dan cukai pekanbaru ,Dengan banyaknya minuman keras dan barang selundupan lainnya bea dan cukai tidak melakukan tindakan, intinya sejauh ini usaha bea dan cukai diduga kurang mengantisipasi masukanya produk produk luar negeri yg tidak sesuai prosedur atau illegal, Produk baik makan dan minuman dan produk rumah tangga lainya baik bahan baku maupun bahan jadi yg masuk langsung dengan baik kemasan luar negri maupun sudah diganti namun tidak sesuai prosedur yg dikawatirkan dampak kesehatanya karena tidak melaui pemeriksaan intansi (BPOM), memang banyak penangkapan di Bea dan Cukai pekanbaru namun banyak yg tidak di ekspos dan proses hukumnya juga tidak dipublikan dan tidak diketahui sejauh mana proses tersebut.” Jelasnya.
Ditemui wartawan”
(Dihadiahi Tikus Busuk),menanggapi terkait aksi ini di mana di sebutkan lemah dalam pengawasan kepala kantor Bea dan Cukai kota Pekanbaru Priyo Andono pun siap memberikan keterangan apapun yang ingin di ketahui oleh masyarakat, apa yang telah disampaikan dari aksi ini dan tentunya ini akan kami tindaklanjuti, juga peran media sangat membantu mendorong kami, kita klarifikasi kita akan sampaikan apa yang diperlukan.”ujarnya singkat.
Editor, JackNho





