Ahok Yakin Popularitasnya Tidak Akan Menurun Karena Buku Lecehkan Islam

Jakarta.Newshanter.com,- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akrap di panggil Ahok, enggan mengambil pusing dengan keberadaan buku modul ‘Pelajar Jakarta Berkarakter’ yang dinilai menyudutkan agama Islam.

Padahal, bukan tidak mungkin keberadaan buku yang telah memicu kemarahan publik di media sosial itu rentan dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggungjawab mencoreng nama baiknya. Terlebih sudah secara verbal dirinya mengumumkan untuk kembali maju di Pemilukada DKI 2017 mendatang.

Buat Ahok, tidak masalah dengan hal tersebut. Karena dia yakin masyarakat kini sudah lebih cerdas dalam menentukan pilihan pemimpin baik. Dia pun yakin popularitasnya di masyarakat tetap baik.

“Saya mah kalau demi nasionalisme salah paham enggak apa-apa. Emas tetap emas, dibakar pun tetap emas,” ujarnya saat dikonfirmasi di Balai Kota Jakarta, Rabu (2/09/2015).

Mantan Anggota Komisi II DPR RI itu menilai, membaca buku apapun dianjurkan agar sampai habis. Pada kasus buku ‘Pelajar Jakarta Berkarakter’ yang ada di beberapa SMA di Jakarta ini, Ahok menilai wajar penyebar foto mengatakan isi materi buku menyimpang. Sebab, dia hanya membaca sepenggal lalu langsung berasumsi.

“Ternyata dia baca buku enggak baca sampai habis. Baca buku enggak habis itu justru diradikalisasi,” terangnya.

Sebelumnya, buku tersebut menuai kritikan keras masyarakat menyusul beberapa pernyataan di dalamnya yang menyudutkan agama, terutama Islam.

Dalam buku tersebut, penulis menyebut bahwa agama hanya buah dari keputusasaan jiwa dan membawa manusia pada penderitaan hidup karena selalu menjadi penyebab peperangan dan mengajurkan penganutnya sebagai teroris.

Sebagai dasarnya, buku yang diterbitkan Yayasan al-Kahfi DKI Jakarta ini mengutip potongan ayat al-Quran (hal.10).

Kontroversi isi buku tersebut tak hanya itu. Di halaman lain, penulis menyebut bahwa semua fenomena di alam sekadar hasil dari mekanisme natural, lepas dari campur tangan Tuhan. Penulis menyandarkan pendapatnya pada tesis Isaac Newton tentang ketetapan hukum alam.

Penulis juga mendorong orang untuk tak lagi meminta pertolongan Tuhan, karena manusia bisa mengatur urusannya sendiri.(RimaNews)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *