Mahasiswi UIN RF Palembang Korban Perampokan, Pembunuhan dan Perkosaan, Anaknya pendiam tapi ramah

Almarhumah Fatmi Rohanayanti Semasa hidup/ Foto FB

PALEMBANG -NH- Fatmi Rohanayanti (20) mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang ditemukan Kamis (31/01/2019) sekitar pukul 15.00 di kebun karet, di Desa Kelekar, Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Koban setelah dirampok dan dibunuh dan sempat di perkosa oleh pelaku.Jenazahnya ditemukan di semak belukar kebun karet kondisi telanjang dan di ikat dibagian leher menggunakan pakaian korban.

Menurut berapa teman almarhumah mahasiswaUIN Raden Palembang, Kepda Newshunter, almarhumah Fatmi Rohanayanti binti Hirowati diketahui merupakan anak yang pendiam namun ramah kepada siapa saja.

Ia kerap bertegur sapa meskipun orang yang disapanya tidak terlalu akrab dengan dirinya.

Hal itu diungkapkan Utari tetanga sesama kost mahasiswi Tarbiyah jurusan Biologi UIN Raden Fatah Palembang. hal yang sama juga dikatakan Liana teman satu jurusan di Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah.

Menurut Liana, mereka sering pulang bersama korban karena arah jalan pulang ke kosan searah. Meski tidak begitu akrab dirinya mengakui jika Fatmi merupakan anak yang ramah.

“Kalau dikatakan akrab itu enggak. Tetapi, saya sama dia (Fatmi) kerap pulang bersama beberapa Kali. Kalau sama saya enggak banyak ngomong, emang anaknya agak pendiem. Orangnya gak neko-neko dan gak banyak tingkah serta ramah,” jelasnya kepada wartawan Jumat (1/2/2019).

Hal serupa diungkapkan, Muhammad Alwi Ath-Thariq, Ketua kelas satu jurusan dengan Fatmi, dirinya mengungkapkan jika Fatmi anaknya memang pendiam dalam kesehariannya di kampus. berapa teman korban yang diwawancarai mengatakan Fatmi belum punya Paara

“Kalau kesehariannya tuh orangnya pendiem, nggak terlalu banyak bicara, kurang bersosialisasi juga orangnya,” jelasnya.

Jenazah Fatmi Rohanayanti binti Hirowati (20) warga Dusun IV Desa Menanti Kecamatan Kelekar Kabupaten Muaraenim, setelah dibawa ke RS Prabumulih, atas perintah kapolres dibawa ke RS Bayangkara namun batal. serperti katakan Kades Desa Menanti,Hasim ketika dihubungi oleh ribunsumsel.com,Jumat,(1/2/2019)

“Semalam rencananya setelah dibawa ke RSUD Prabumulih memang mau dibawa ke RS Bhanyangkara untuk di otopsi,Namun ditengah jalan terjadi perdebatan dengan pihak keluarga,Akhirnya mobil yang membawa jenazah fatmi muter arah lagi,dan hanya di visum di Puskesmas Gelumbang etelah itu jenazah korban dibawa ke rumah duka didesa Menanti,” katanya.

Warga Desa Menanti Berduka

Kepergian Fatmi Rohanayanti membuat sedih warga sekampung. Dari Pantauan Tribunsumsel.com di rumah duka warga satu kampung desa Menanti kumpul berduka di kediaman korban. Warga yang dibincangi mengungkapkan apa yang menimpa korban sangat keji.

“Kejam dan bukan lagi manusia melakukan hal seperti itu, dirampok, diperkosa dan malahan di bunuh. Kejam sekali,” kata Dedi warga desa menanti.

Sementara Rianto, paman korban, Fatmi atau disapa akrab Mimi merupakan pribadi pendiam dan jarang keluar rumah ketika mudik dan libur.

“Dia itu lugu, pendiam dan anak berbudi ke orang tua. Bahkan tidak seperti pemudi lain yang jalan-jalan kalau ke sore atau kumpul,” ujarnya ketika dibincangi di kediaman korban, Jumat (1/2/2019).

Rianto mengatakan, pagi sebelum kejadian Mimi mengantar ibunya Hiri dan ayahnya Umar ke kebun karet lalu ikut sang ibu menyadap karet namun kemudian pulang lebih awal karena akan menyiapkan makan.

“Tapi ketika ibunya pulang melihat rumah masih dalam keadaan terkunci, lalu Hiro menanyakan ke tetangga depan rumah tapi mereka menjawab belum pulang,” ungkapnya.

Rianto menuturkan, setelah itu ibu korban bersama tetangga mencari namun hingga pukul 12.00 tidak juga ditemukan. “Mereka mencari ke kebun dan rumah tetangga serta teman-temannya tapi tidak juga ada,” katanya.

Rianto menjelaskan, korban di palembang kost di wilayah Pahlawan namun tidak tahu pasti dimana lokasinya. “Jelasnya tiap pulang libur kuliah dia lebih banyak di rumah, keluar rumah paling antar orang tua ke kebun dan menyapu halaman rumah,” jelasnya.

Sementara Setelah divisum jenazah korban dibawa ke kampung halanya, Setelahsholat jumat dimakamkan selepas sholat di TPU desa Menanti diatar ratusan pelayat.(TS/Yola}

)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *