Ratusan Sopir Taksi Online Aksi Damai Dibandara Minta Pelaku Pemukulan Diusut

PALEMBANG – Newshanter.com. Ratusan driver taksi online (taksol) dari sejumlah paguyuban yang ada di Palembang, JUmat (19/01/2018) berkumpul dan menggelar aksi damai di akses jalan arah Bandara SMB II Palembang.

Aksi damai digelar sebagai aksi solidaritas antar sesama driver (taksol) dari Go Car dan Grab.Buntut karena adanya driver taksi online atas nama Candra, menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh sekelompok sopir taksi di bandara.

Ratusan mobil milik driver taksi online berjejer parkir di sepanjang jalan akses bandara. Bahkan arus kendaraan sempat dibuat macet.

“Aksi ini sebagai aksi solidaritas. Kami tidak terima ada rekan kami yang dipukuli. Padahal rekan kami ini mau menjemput keluarganya di bandara dan sama sekali tidak online menarik penumpang,” ujar Rian, Koordinator Aksi.

Dikatakan Rian, aksi pemukulan yang dialami rekannya bernama Chandra, terjadi Kamis (18/1/2017) sekitar pukul 16.00. Candra saat itu menjemput keluarganya di bandara.

“Lokasi kejadiannya di area parkir terminal kedatangan. Kami meminta pelakunya ditangkap yang dipukuli ini Candra dan istri. Orang yang memukul itu dari sopir taksi konvesional dan taksi gelap yang ada di bandara,” ujarnya.

Dari pantauan dilapangan, aksi damai berjalan tertib, namun sempat tegang. Ketegangan terjadi jika ada mobil taksi bandara yang melintasi, taksi bandara diteriaki dan sempat ada yang dilempar botol air mineral.

Namun petugas kepolisian dari Polsek Sukarami dan Polresta Palembang, tetap siaga mengamankan aksi damai dan berjalan tetap tertib dan aman.

Sejumlah perwakilan driver taksi online dipanggil pihak SMB II Palembang untuk mediasi di Kantor Avsec SMB II Palembang bersama pihak Angkasa Pura II dan TNI AU Palembang serta Polsek Sukarami.

Mediasi juga dihadiri Candra dan istrinya bernama Eka.

“Teman-teman dari taksi online mau menanyakan soal rekan mereka yang menjadi korban pemukulan. Semuanya sudah kita mediasikan dan ada beberapa kesepakatannya, ” ujar Letkol (Paskhas) Mores Bonte, Kadis Ops Lanud Palembang.

Kesepakatan yang sudah disetujui bersama, Mores Bonte mengatakan, pertama yakni angkutan taksi online dilarang keras untuk masuk ke bandara dan menjemput penumpang.

Dikarenakan belum ada kesepakatan bersama. Lalu untuk kasus pemukulan, sudah ditangani pihak kepolisian.

“Jadi untuk kasus pemukulan itu, pihak kepolisian yang berwenang. Untuk kapan angkutan online bisa beroperasi di bandara, itu tentunya setelah ada kesepakatan bersama antara keduanya. Pastinya kami dari TNI AU menegaskan bahwa area bandara aman-aman saja,” tegas Mores. (sp/nho)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *