Siswi SMAN-1 Diduga Korban Rayuan Oknum Guru

ilutrasi

Muba, NewsHanter.Com- Seorang siswi kelas XI berinisial RN (15) pelajar Sekolah Menengah Atas (SMAN-1) desa Sidorahayu (B-2) Kecamatan Plakat Tinggi, Musi Banyuasin (Muba) diduga menjadi korban rayuan seorang oknum guru PNS berinisial (SP) yang bertugas di Sekolah tersebut.

Pasalnya belum lama ini siswi belasan tahun itu diketahui pihak Sekolah menjadi kekasih oknum guru yang sudah miliki seorang istri juga dua orang anak itu. Hal ini terungkap menurut keterangan warga saat korban dilabrak istri oknum guru saat siswa/siswi SMAN 1 Plakat Tinggi berkunjung ke-Provinsi Bengkulu, mendengar khabar memalukan itu maka pihak Sekolah memanggil kedua-duanya, ternyata keduanya mengakui ada hubungan asmara antara guru dan murid tersebut.

Rayen Kailani warga setempat menyayangkan tindakan oknum guru tersebut, menurut Rayen hal memalukan dapat merusak nama baik SMAN-1yang terkemuka diwilayah itu. “ Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi dapat merusak nama baik sekolah, Dinas Pendidikan Muba harus mengambil langkah tegas mengenai oknum guru bejat itu.

“ berhentikan guru PNS itu, kurang tepat jika sekedar dimutasi ke-Sekolah lain, karena masih ada peluang baginya untuk merayu dan memetik daun muda jika tidak diberhentikan profesinya selaku guru. Kata Rayen kepada wartawan media ini dikediamannya belum lama ini.

Sementara Kepala SMAN-1 Plakat Tinggi Idaryani SPD.Msi mengaku sangat terpukul mendengar kejadian itu, “ sebenarnya khabar baru saya ketahui, setelah saya ambil tindakan memanggil keduanya, ternyata mereka mengakui, terjadi hubungan asmara antara SP (guru) dengan RN (siswi).” Ungkapnya.

Idaryani menambahkan, sebenarnya hal ini tidak boleh terjadi jangankan guru yang sudah beristri sperti itu, guru perjaka sekali pun tidak saya perkenankan untuk memacari siswi, sebab meski mereka anak didik namun dilingkungan Sekolah mereka tak seperti anak kandung, pasalnya ketika terjadi apa-apa dengan mereka menjadi tanggung jawab pihak Sekolah.

“ tapi naluri seorang perempuan saya merasa kasihan dengan siswi tersebut, karena orangya masih lugu, masih sangat rentan termakan bujuk rayu lelaki hidung belang apalagi rayuan seorang guru yang diduga dapat mengintimidasi segala macam cara demi melancarkan aksinya. Namun kami pihak Sekolah tidak dapat mengambil lebih jauh, selain memanggil dan menegur, jika masyarakat berharap pihak yang bersangkutan agar dimutasi segala macam itu wewenang pihak Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muba. “Paparnya. (Heri Chaniago)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *