Foto Facebook Muhammad Kristiaawan
PADANG.Newshanter.com — Seorang dosen Filsafat Umum yang mengajar di Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB) berinisial MK dituding melakukan pelecehan terhadap kitab suci Alquran. Hal itu diungkapkan oleh seorang netizen, Ibnu Aqil D. Ghani yang menulis di salah satu jejaring sosial dengan judul “SUMATERA BARAT KEMASUKAN DOSEN LIBERAL”.
Menurut Ibnu Aqil, MK telah menginjak mushaf karena menganggap Alquran seperti buku biasa.
Awalnya, Ibnu Aqil yang juga seorang Pembina Lembaga Amal dan Dakwah Rumah Mualaf Indonesia, mendapat laporan dugaan seorang dosen yang menginjak mushaf di dalam kelas. Ia kemudian melakukan pengecekan langsung dan mendapatkan pembenaran dari salah seorang mahasiswa berinisial I yang berada di kelas tersebut.
“(Alquran) Itu cuma alat untuk menyampaikan pelajaran, wahyu. Kalau sudah terpahami, alat itu boleh dibuang, sama seperti buku biasa,” kata ustaz Aqil berdasarkan pengakuan I, saat ditemui Republika, Rabu (22/4).
Masih mengutip I, Aqil mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada 8 April 2014. MK menganggap Alquran yang sebenarnya berada di Lauh Mahfuz. Sementara, Alquran yang beredar di masyarakat hanyalah fotocopy yang statusnya hanyalah buku biasa. Karena itu, tak apa jika diinjak-injak. “Tentu saya kaget ada dosen menginjak Alquran,” kata dia.
Menurut Aqil, walaupun hanya berupa fotocopy, namun kertas yang bertuliskan ayat-ayat Alquran tetap saja disebut mushaf. Ustaz Aqil akhirnya mencaritahu kebenaran hal tersebut kepada petinggi kampus maupun pimpinan Muhammadiyan wilayah Sumatra Barat. Sekitar 10 hari kemudian, dia mendapatkan kabar bahwa MK telah diberhentikan menjadi dosen di UMSB. Demikian dikutip melalui Republika (ROL)
Klarifikasi Muhammad Kristiawan
Dalam rangka menelusuri kebenaran berita yang menyebutkan seorang dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) berinisial MK telah menginjak mushaf Al Quran saat mengajar, Bersamadakwah menghubungi Muhammad Kristiawan secara langsung melalui akun Facebooknya. Beberapa jam kemudian, dosen filsafat itu memberikan jawaban.
“Walaikumsalam Wr. Wb. Sebenarnya berita yang beredar jauh dari yang sebenarnya terjadi.. saya sudah memposting kronologinya. Terima kasih… Barakallah… Wassalam” jawab Muhammad Kristiawan setelah baru saja menuliskan kronologi di wall Facebook..
Di wall Facebook, Muhammad Kristiawan meminta maaf atas aksi menginjak Al Qur’an. Doktor jebolan Universitas Negeri Padang (UNP) itu bersumpah bahwa dirinya tidak berniat untuk menistakan Agama. Ia hanya bermaksud mengajarkan mahasiswa agar kuat logikanya dalam beragama Islam sehingga tidak mudah menerima paham-paham seperti ISIS.
Berikut ini klarifikasi lengkap Muhammad Kristiawan:
Assalamulaikum Wr. Wb.
Yth. Bapak/Ibu Saudara/Saudariku Masyarakat Muslim seluruh Sumatera Barat.
Saya Muhammad Kristiawan saya akan menjelaskan kronologi yang terjadi terkait dengan menginjak Mushaf Alqur’an di dalam Perkuliahan Filsafat. Demi Allah… tidak ada niat untuk menistakan Agama… Saya mengajarkan kepada mahasiswa sedikit tentang Islam yang mereka anut agar bukan karena orang tua mereka, mereka masuk Islam, tetapi dengan sebenar2nya Islam….
Kemudian sampailah kepada pembahasan Alqur’an… saya sebenarnya akan mengajarkan Alqur’an harusnya sebagai Pedoman Hidup, Hukum Hidup Aturan Hidup seperti cerita di bawah ini.
Ada seorang nenek yang rajin sholat 5 waktu bahkan sholat sunah pun tidak pernah dia tinggalkan, sangat lihai dan pandai dalam membaca Al Qur’an “suatu saat dia setelah melaksanakan sholat dzuhur seperti biasa dia membaca Al Qur’an dengan hikmahnya, namun diruangan lain dua orang cucunya sedang bercanda ria berlari-larian kesana kemari namun saking senangnya anak tersebut bercanda satu sama lain tanpa sengaja menginjak Al Qur’an yang sedang dibaca nenek tersebut, alangkah kagetnya nenek bahwa Al Qur’annya telah terinjak oleh cucunya, kontan nenek tersebut sangat marah dan menjewer telinga cucunya hingga merah dan cucu tersebut nangis, sambil berucap cucu kau tu berdosa telah menginjak Al Qur’an. Allah S.W.T marah karena Al Qur’an yang kau injak sambil jewerannya tidak dilepaskannya…. Namun apa yang terjadi……setelah nenek itu menjewer dan mengakhiri bacaan Al Qur’annya dia menanggalkan mukenahnya dan pergillah dia bermain kerumah tetangganya terdekat tanpa menggunakan jilbab.. setelah sampai di rumah temannya dia mengunjing, menggosip tetangganya yang lain hingga bersalaman dengan temannya yang bukan mukhrimnya ”nauizubillaminzalik…”
Saudara-saudara sekalian renungkanlah sejenak dan bacalah cerita di atas sekali lagi!!! Disana saya tarik beberapa pertanyaan
1. Siapakah yang sebenar-benarnya menginjak Al Qur’an??
2. Siapakah yang dapat marah Allah S.W.T??
3. Siapakah yang berdosa di sana??
Namun sebelum cerita itu diceritakan saya harus membantu AIPT di UMSB akhirnya saya niat melanjutkannya minggu depannya tentang cerita nenek tersebut. tapi ternyata yang terjadi di luar pikiran saya… niatnya cerita tentang si nenek di minggu depan malah para mahasiswa yang tidak ikut di perkuliahan saya berpikiran jauh dari yang masuk di kelas…
Saya waktu melakukan aksi tersebut saya mengucap Astagfirullah hal adzimm… dan saya pun gemetar… karena baru pertama kali saya lakukan demi mahasiswa saya agar tidak mudah menerima paham2 seperti ISIS dan lainnya… jika mereka sudah kuat logikanya beragama Islam… namun saya malah diperangi… dan bahasa yang sampai di luarpun berbeda dg yang teradi sebenarnya… saya sudah dihukum oleh pihak UMSB dengan discoursing sampai akhir semester tidak boleh mengajar dan sekarang saya di bawah pembinaan Dekan FKIP…
Dengan kerendahan hati saya, saya mohon maaf atas kejadian ini dan saya berjanji tidak akan melakukan kembali di manapun dan kapanpun. Semoga Ukhuwah Islamiah kita tetap terjaga. Amien.
Billahittaufiq wal hidayah Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Sejumlah pengguna facebook yang ingin mendapatkan jawaban to the point menanyakan melalui komentar apakah benar Muhammad Kristiawan menginjak Al Qur’an, pasalnya dalam klarifikasi tersebut hanya ada kalimat “Saya waktu melakukan aksi tersebut saya mengucap Astagfirullah hal adzimm… dan saya pun gemetar… karena baru pertama kali saya lakukan”
“Kris. Kalau anda benar2 menyesali dan ingin mendapatkan maaf tolong gak usah Berbelit-belit, akui saja anda memang menginjaknya, dan saya tlah konfirmasi langsung kpd mahasiswa yg Alqurannya anda injak sengaja anda minta, kalau ttp mencari alasan berarti anda tdk menyadari kesalahan anda. Memang sulit mengakui kesalahan,” tanya Mahyudin Ritonga.
“kan udah saya akui tu bang… ,” jawab Muhammad Kristiawan.
Kendati niatnya tidak menghina agama dan mushaf, aksi Muhammad Kristiawan ini disayangkan oleh banyak pihak. Ia pun dinasehati agar lebih bijak dalam mengajar, terutama yang terkait dengan Agama dan kitab suci.
Sumber . Rol/bersamadakwah/ NHO






