Ogan Ilir, newshanter.com – Sektor pertanian di Desa Ulak Kembahang, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, kini berada dalam kondisi kritis. Sedikitnya 300 hektare lahan sawah milik warga terancam mengalami gagal panen (puso) akibat kekeringan ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tanah yang mulai retak-retak. Minimnya pasokan air membuat para petani hanya bisa pasrah melihat tanaman padi mereka layu sebelum masa panen tiba.
“Selain kekeringan, tanaman padi yang berhasil bertahan pun kerap diserang penyakit kuning. Ini semakin memperburuk produktivitas kami,” keluh, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sudi Mampir Abdurrahman, saat ditemui di lokasi pada Rabu (13/5/2026).
Jeritan Petani dan Harapan Solusi Permanen
Ketua Korcam Tani Merdeka Indonesia Lubuk Keliat, Yudi Dwinata, yang turun langsung meninjau lokasi, menegaskan bahwa masalah ini merupakan persoalan menahun yang membutuhkan solusi permanen dari pemerintah. Mayoritas lahan di Ulak Kembahang merupakan tipe lahan kering yang sangat bergantung pada sistem pengairan buatan.
“Masalah utama di sini adalah air. Ada sekitar 300 hektare lahan yang saat ini tidak bisa ditanami karena kering kerontang. Kami sangat berharap adanya intervensi dari pemerintah pusat maupun daerah,” tegas Yudi.
Senada dengan itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Ogan Ilir, Edy Patriyansha, S.T., menyatakan bahwa teknologi infrastruktur air adalah kunci. Mengingat jarak sungai yang terlalu jauh, ia menilai pengadaan sumur bor adalah solusi paling realistis.
Poin Aspirasi Petani Desa Ulak Kembahang
Para petani melalui Tani Merdeka Indonesia mengajukan tiga tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi, hingga Pusat:
- Pembangunan Sumur Bor: Mengingat akses air sungai yang jauh, sumur bor menjadi urat nadi untuk mengairi lahan.
- Bantuan Pompanisasi: Mempercepat distribusi air dari sumber titik air ke area persawahan yang terdampak paling parah.
- Bantuan Benih Padi Gogo: Meminta varietas benih yang lebih adaptif dan tahan terhadap kondisi lahan kering.
Kehadiran Pengurus Tani Merdeka Indonesia
Peninjauan lokasi ini juga dihadiri oleh perwakilan DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel, di antaranya Ketua Media M. Roum Alfaris dan Ketua Satgas Totokks. Turut mendampingi Sekretaris DPD Tani Merdeka Ogan Ilir Beni APN, serta Bidang Koperasi dan Desa Linggar, S.P.
Hingga saat ini, para petani masih menunggu langkah nyata dari dinas terkait. Jika bantuan tidak segera datang, dikhawatirkan kerugian materiil akan semakin membengkak dan mengancam ketahanan pangan di tingkat desa.(Frs)





