OKI, newshanter.com – Ulah oknum Kepala SDN 2 Srigeni Baru Kecamatan Kayu Agung Kab. OKI, Sumatera Selatan, Paros, semakin mencengangkan.
Dimana sebelumnya Oknum Kepala sekolah ini sempat viral dipemberitaan lantaran dirinya membayar mahar senilai Rp. 30 juta kepada oknum pegawai di dinas pendidikan Kab. OKI untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah.
Adanya dugaan jual beli jabatan di ruang lingkup kepala sekolah di Kabupaten ini pun akhirnya menjadi sorotan publik.
Bahkan banyak diantaranya menilai jika hal itu memang terjadi dan bukan menjadi rahasia umum lagi.
Menyikapi hal itu, alhasil Kepala SDN 2 Srigeni Baru dipanggil oleh inspektorat Kab. OKI guna dimintai keterangan.
Dihadapan awak media, Selasa (20/01), Kepala SDN 2 Srigeni Baru, Paros, menjelaskan jika dirinya hanya takut tersaingi oleh oknum bendahara sekolahnya karena juga dinilai berambisi menjadi kepala sekolah sehingga dirinya tanpa sadar melontarkan kalimat yang tersebut.
Ironis menurutnya hal itu hanya candaan belaka tanpa maksud apa pun meski dirinya dinilai telah mencatut dan mencemarkan nama baik dinas pendidikan Kab. OKI berikut oknum pegawai dinas yang dimaksud.
Hal itu pun bertolak belakang dengan keterangan Bendahara SDN 2 Srigeni Baru, Windi, dimana menurutnya waktu itu justru dirinya kaget saat kepala sekolah bercerita jika untuk menjadi kepala sekolah itu harus membayar uang senilai Rp. 30 juta yang diserahkan kepada oknum pegawai dinas pendidikan Kab. OKI, salah satunya sekretaris dinas pendidikan.
Peristiwa itu dijelaskan Windi, saat rekom pencairan dana BOS dan pencairannya jumlahnya sangat sedikit sehingga membuat oknum kepala sekolah bergumam dan nyeloteh.
“Duit ini cuma Rp. 10 juta, bagaimana aku mau balikin uang aku 30 juta”, ujar bendahara meniru ucapan kepala sekolah waktu itu.
Mendengar ucapan kepala sekolah itu dengan spontan Windi selaku bendahara sekolah bertanya buat apa uang sebanyak itu, lalu dijawab kepala sekolah jika untuk menjabat sebagai sekolah saat ini.
Dari penjelasan diatas semakin menjadi tanya besar, ada apa gerangan dengan Oknum Kepala Sekolah tersebut, apakah ini sebuah drama yang nantinya akan terkuak dengan sendirinya. (Lim)





