PALEMBANG .Newshanter.com– Pelaku pembegal yang menewaskan pasangan suami istri (pasutri) Iryadinata (60) beserta istrinya, Yuliana (59) warga Jalan Tanah Emas Kompleks Perumahan Azhar Rt 16/4 Blok L 5 No 2 Kelurahan Tanah Emas Kabupaten Banyuasin, terjadi tidak jauh dari rumahnya ketika hendak pergi berbelanja ke Pasar Km 12, Kamis (09/04/2015) sekitar pukul 03.30. Identitas sudah diketahui oleh Polda Sumsel dan jajaran. Setidaknya, ungkap kasus yang berskala sadis ini sudah sedikit mendapati titik terang.
Hal yang sama juga berlaku untuk pelaku bajak bus yang terjadi di kawasan OKI Sumsel. Identitas si pembajak yang dengan tega menembak sopir bus hingga tewas sudah didapat oleh anggota yang bergerak di lapangan. Identitas ini tentunya akan dijadikan kunci utama utama untuk mencari keberadaan pelaku.
Kedua poin di atas dikatakan langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Iza Fadri. Sayangnya, meski identitas sudah dikantongi, keberadaan pelaku dari dua peristiwa berujung hilangnya nyawa tersebut belum menemui titik terang.
“Kita sudah mendatangi kediaman dan tempat-tempat yang kita duga dijadikan kawasan mereka berlindung, tetapi belum berhasil kita temukan. Kita juga mengharapkan media untuk tidak terlalu mengekspos pengejaran terhadap pelaku,” kata Iza, Jumat (17/4/2015).
Atas kepentingan pengejaran, Iza mengatakan, dirinya belum bisa memberikan sedikit gambaran akan identitas masing-masing pelaku. Bahkan, Iza enggan menyebutkan lokasi-lokasi yang sudah didatangi anggota dalam mencari keberadaan para pelaku.
Ditanya apakah pelaku-pelaku ini pemain lama, Iza menduga, belum dikategorikan ke arah sana. Untuk begal pasutri, Iza menilai, pelaku sebenarnya tidak punya niat untuk menghabisi nyawa kedua korban demi merampas kendaraan roda dua milik korban.
Menurutnya, pelaku melakukan penusukan kepada korban tanpa terencana, melainkan muncul secara spontan. Kuat dugaan, korban melakukan perlawanan sehingga memaksa pelaku memiliki niat menghabisi nyawa korban.
Sedangkan pelaku pembajakan bus Putri Tunggal Nomor polisi (Nopol) BG 7374 AC Tirka Wiria alias Ayik (40), terjadi Senin (30/3/2015) di antara Jalan Raya Desa Air Rumbai dengan Desa Air Pedara Kecamatan Pangkalan Lampam OKI.Iza mengatakan, antara salah satu pelaku dan sopir bus yang tewas sudah saling kenal.
Berdasarkan informasi yang didapat dari anggotanya, Iza menyatakan pelaku memiliki dendam kepada sopir hingga akhirnya membajak bus yang sedang dikendarai korban.
“Dua kasus ini sudah saya sampaikan termasuk kasus yang keji sehingga pelakunya haruslah segera ditangkap. Sebab itu, anggota terus ditugaskan melakukan pencarian,” kata Iza.
Menilai aksi ini sudah sadis dan pelaku yang berbahaya, Iza mengatakan, anggota yang sedang bertugas memburu untuk berhati-hati. Ia pun tidak ragu memerintahkan anggotanya supaya melakukan tindakan tegas secara terukur jika ada perlawanan dari pelaku. Iza menduga, selain bermodalkan senjata tajam, pelaku bisa jadi memiliki senjata api.
Hanya saja, Iza tetap mengingatkan anggota supaya bertindak tegas secara terukur. Ia meminta anggota menanamkan prinsip melumpuhkan pelaku, bukan untuk membunuh pelaku. Andai pelaku tidak memberikan perlawanan, anggota juga sebaiknya menangkap dengan cara profesional.(SP/NHO)





