Terkait Pembayaran BBM Dalam Kegiatan Cetak Sawah 2016, Murad Beberkan Bukti.

SUMBAWA-Newshanter.com. Tim cetak sawah dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Abdul Murad akhirnya buka suara. Sekretaris Dinas Pertanian Abdul Murad yang ditemui wartawan (17/4/2017).‎ Menjelaskan perihal permasalahan belum dibayarnya Bahan Bakar Minyak (BBM) pada kegiatan cetak sawah di Kabupaten Sumbawa 2016 lalu. Menurut Murad sebenarnya persoalan tersebut sudah tidak ada masalah. Karena dinas sudah melakukan mediasi baik dengan kalaklab cetak sawah NTB maupun dengan Amirullah (pelaksana yang ditunjuk red)

“Untuk membayar semua utang-piutang dalam kegiatan cetak sawah tahun 2016 lalu pihak zeni-Ad selaku pelaksana lapangan sudah membayar kepada saudara Amirullah (Amir red). Tapi kenapa hari ini hal ini belum selesai,”ungkap sekretaris pertanian Sumbawa Ir. Abdul Murad.

Lanjut Murad ada bukti kwitansi penerimaan uang dari Kolonel Czi Ita Jayadi kepada Amir. Dalam kwitansi tersebut agar amir menyelesaikan sisa utang kepada warga baik yang ada di Sumbawa,Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat. Dan jumlah dana yang diterima oleh Amir untuk menyelesaikan pembayaran tersebut sejumlah Rp 1 Milyar.

“Sesuai surat pernyataan amir kepada Kolonel Czi ita Jadi selaku Kalaklap Cetak Sawah NTB tahun 2016 bahwa Amir akan menyelesaikan permasalahan. Baik itu masalah BBM dan lain-lain. Saksi pada kwitansi tersebut juga ada Mayor CHK Epi Susanto, H. Erwondo, DR. Umaiyah,”beber Murad.

Tambah Murad penyerahan uang Rp 1 milyar tersebut terjadi 9 pebruari 2017 lalu. Ketika ditanya kemana Amir sekarang murad menyebutkan amir sudah menghilang. Bahkan nomor kontaknya sudah tidak aktif lagi,”tambah Murad.

Seperti diketahui Amirullah (58) dalam dalam identitas dirinya sebagai petani. Amir sendiri tinggal dialamat RT 002 RW 00 Desa Luar Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa. Dengan nomor KTP 5204.0528.1261.0002. Selain itu juga Amirullah (Amir) merupakan pelaksana kegiatan cetak sawah yang ditunjuk oleh Zeni Angkatan Darat (AD) luas cetak sawah yang dilaksanakan Amir seluas 2.035 hektar.

Amir sendiri menjadi pelaksana pada kegiatan cetak sawah bukan hanya di Sumbawa tetapi juga Bima dan KSB. Di Sumbawa sendiri Amir menyelesaikan tugasnya seluas 1.100 hektar, Bima 650 hektar dan KSB 285 hektar. Namun seiringnya waktu persoalan mengemuka.

Dimana di Sumbawa sendiri Amir belum membayar Bahan Bakar Minya kepada warga. Warga tersebut bernama Didik, Damhuji, Arifin Efendi, Usman Abdullah, M.Nur sedangkan untuk wilayah Kabupaten Bima Amir juga belum melunasi ‎BBM milik warga.

Dan warga tersebut bernama Arief Rahman, Dedi Mawu, Mulawarman, Syarifuddin, Agus, Ardiansyah, Abas sedangkan untuk KSB sendiri Amir masih berurusan dengan Arief Supriono. Pada berita sebelumnya dmana warga mengadu kepada Lembaga Bnatuan Hukum Samawa. Warga tersebut dalam pengaduannya ke LBHS meminta agar Dinas Pertanian Sumbawa bertanggung jawab atas belum dibayarnya uang Bahan Bakar Minyak (BBM) pada kegiatan cetak sawah tahun 2016 di Kabupaten Sumbawa. Warga yang belum dibayar BBMnya tersebut yakni H. Damhuji, Didik dan Alamul Goib. Sedangkan sisa yang belum Terbayar yakni Rp 530 juta. (Hermansyah Idris).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *