Musi banyuasin, NH- Memasuki musim kemarau dibulan April tahun 2017,pemerintah daerah Kabuapen Musi Banyuasin menggelar rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLAH) yang setiap tahunnya selalu terjadi diwilayah Muba.
Selama ini, Kabupaten Muba merupakan salah satu daerah penyumbang asap dikarenakan sebagian kawasan di dua kecamatan yakni Bayung Lencir dan Lalan merupakan wilayah berlahan gambut yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Untuk mencegah hal tersebut, Selasa (11/4) bertempat dibuang rapat Bupati, pemerintahdaerah Musi Banyuasin melaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin langsung Pj Bupati Muba H Yusnin dan dihadiri Kapolres Muba, Seluruh Kapolsek, Kajari, Dandim, Kejaksaan, Camat serta kepala dinas dan badan dilingkungan Pemkab Muba.
Pada kesempatan itu, Kapolres AKBP Rahmat Hakim menegaskan,persoalan KARHUTLAH tidak bisa dicegah oleh satu atau dua instansi saja, untuk itu pentingnya sinergisitas antar lembaga dalam menanganimasalah kebakaran hutan. Tidak hanya pencegahan ujar Kaplres, masalah kebakaran lahan dan hutan penting juga dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran baik itu masyarakat ataupun perusahaan perkebunan.
Bentuk ketegasan itu, ungkap AKBP Rahmat Hakim, jajarannya yang lalai dalam melaksanakan tugas akan ditindak tegas dengan melakukan pencopotan dari jabatannya. “Salah satu Kapolsek yang lalai sudah saya
ajukan ke Kapolda Sumsel untuk segera dilakukan pencopotan dan pergantian”,tegas AKBP Rahmat Hakim.
Kapolres juga berharap, dengan langsung menyampaikannya kepada Pj Bupati Muba agar masalah KARHUTLAH ini penting dilakukan koordinasi dan biar perlu bila ada pejabat atau camat yang lalai juga harus
ditindak tegas dengan langsung dilakukan pencopotan. Dalam hal penindakan tegas, Kapores tidak ingin mengintervensi lebaga lain, namun dirinya siap mengorbankan jajarannya yang tidak bekerja sesuai
harapan dan buat mereka yang lalai siap-siap untuk dicopot dari jabatannya.
Ditegasnya, persoalan kebakaran hutan dan lahan merupakan atensi Presiden, Kapolri dan Kapolda Sumsel dan pemerintah Propinsi Sumselyang harus kita jalankan. “Masalah Kebakaran hutan dan lahan ini
merupakan atensi Presiden, Kapolri dan Kapolda serta Gubernur Sumsel,untuk itu pentingnya sinergisitas antar lembaga. Kiranya pemerintahjuga bertindak tegas terhadap jajarannya yang lalai segera dilakukan
pencopotan, “harap Kapolres Muba yang beberapa hari lalu dilantik.
Sedangkan dihadapan rapat, Pj Bupati Muba H Yusnin kembali menegaskan kepada jajaranya untuk bekerja maksimal dan pentingnya membentuk sinergisitas antar lembaga dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran
hutan dan lahan diwilayah Kabupaten Muba. Bila sinergisitas terbentuk maka harapan kita mewujudkan Sumsel dan Muba khususnya Zero Asap 2017 tercapai. Sementara itu, saat rapat koordinasi pencegahan dan
pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan berlangsung hingga akhir, tidak satupun dari perusahaan pemilik perkebunan ataupun perwakilannya yang datang. Padahal, surat undangan sudah disampaikan hal itu diketahui
saat protokol rapat memberikan keterangannya.
Sementara itu Kepala BPBD Muba H Haryadi Karim SE MSi melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan timnya dalam mencegah karhutla. Haryadi mengatakan pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif
kepada pemilik lahan di tiga kecamatan yang ditemukan titik api, yaitu Kecamatan Babat Toman, Lawang Wetan dan Babat Supat.
“Kami telah melakukan anjangsana ke desa-desa, memasang baliho dan sosialisasi di media, baik cetak maupun elektronik,” ujar Haryadi.
Selain itu, lanjut Haryadi, BPBD Muba juga telah melakukan operasi pemadaman darat di Babat Toman dan Lawang Wetan, serta kerjasama dan inspeksi sarklas ke perusahaan-perusahaan perkebunan. “Untuk rapat koordinasi, telah kami lakukan secara berkala di tingkat kecamatan dan rapat rutin di kabupaten seperti saat ini,” tambahnya.(heri)





