Perkembangan Covid-19 Kota Palembang Berada Diangka 5 Persen Untuk Angka Positivity Rate

Palembang,newshanter.com – Tingginya angka positivity rate kasus covid-19 di Kota Palembang menjadi prediksi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Palembang kemungkinan akan kembali diperpanjang.

Disampaikan Plt Kadinkes Kota Palembang, dr Fauziah Mkes kondisi perkembangan covid-19 Kota Palembang untuk angka Positivity rate berada di atas 5 persen, dimana jika nilai tersebut dibawah 5 Persen baru dapat dikatakan baik.

Hal ini dilandasi karena masih rendahnya jumlah testing yang dilakukan untuk kasus-kasus positif Covid-19.

Positivity Rate sendiri merupakan salah satu indikator penilaian dalam penentuan level PPKM yang di lakukan Kementerian dalam negri (Kemendagri) RI, yakni kapasitas respon yang terdiri dari testing, tracing, dan treatment.

“Untuk testing tadinya semua di tingkat 3 terbatas masih awal yang per 2 Agustus, setelah di evaluasi tanggal 15 Agustus, namun testingnya memang kita masih di atas persentase angka posivitity rate di atas 5 persen itu seharusnya dibawah 5 persen. Palembang masih di atas persentase 28,85 persen karena jumlah testing yang terbatas”. terangnya

Sementara itu untuk tracing yang dilakukan Kota Palembang saat ini sudah meningkat meskipun kategorinya terbatas, yang awalnya hanya satu orang kontak erat sekarang sudah 4 sampai 5 kontak erat dalam satu kasus konfirmasi.

“Kalau jumlah tracing lebih dari lima orang baru nanti berubah status tracing untuk turun assesment level. Seharusnya tracing kontak erat bisa mencapai 15 orang dalam satu kasus, ” Katanya.

Namun yang menjadi kendala, banyak kasus Covid-19 yang terkonfimasi, masyarakat masih banyak yang enggan jujur siapa saja yang telah kontak erat dengan dirinya.

“Kendala kita pada saat melakukan konfirmasi ada masyarakat enggan dan belum terbuka. Kecuali ada tempat tertentu misalnya satu perkantoran itu yang terbuka bisa kita lakukan full itu bisa sampai 15 kontak erat”. terangnya

Meski demikian, setidaknya dalam sehari Spesimen yang di periksa begitu bervariasi bisa dari 900 hingga 1000 spesimen perhari.

“Dari Permendagri perminggunya rata-ratanya di 17 ribu spesimen hanya kota Palembang baru mampu 900 sampai 1.000 Spesimen”.lanjutnya

Menurut dr. Fauziah terdapat perbedaan acuan yang di gunakan oleh pusat bila assessment situasi adalah yang di gunakan Kemendagri namun berbeda lagi dengan BNPB pusat terdapat 14 acuan indikator.

Ada dua macam indikator penilaian perkembangan penanganan Covid-19, pertama dari yang BNPB dengan 14 indikator dan dari indikator itu, per seminggu lalu kota Palembang masuk zona oranye. “tapi untuk Minggu ini Kota Palembang masih tunggu update dari BNPB hari Senin ini biasanya kalau gak selasa Rabu”. ungkapnya

Kemudian dari Kemendagri itu menggunakan, assessment situasi berdasarkan transmisi komunitas sama kapasitas respon, untuk transmisi komunitas itu sendiri ada tiga indikator dari kasus konfirmasi, kasus rawat inap, dan kasus kematian.

Ada beberapa dari tiga indikator ini, dari sebelumnya pada 2 Agustus tingkat empat dari tiga indikator itu Palembang berada di level empat semua.

“Pada saat evaluasi assessment situasi Covid per 15 Agustus kita dari beberapa indikator ada yang sudah masuk ke tingkat ketiga dari kasus konfirmasi per 100 ribu penduduk per Minggu trendnya sudah cenderung menurun berada di tingkat ketiga artinya kasus konfirmasi itu berada di range 150 per seratus ribu kota Palembang berada di 4,92 persen, ” Katanya.

Sementara untuk angka kasus kematian di kota Palembang juga menurun trendnya dalam satu minggu dengan range 2 hingga 5 per 100 ribu penduduk dalam satu Minggu.

“jadi per 15 Agustus itu di angka 2.56 per seratus ribu penduduk, ” Katanya.

Disisi lain untuk treatment di lihat dari ketersediaan BOR, yang cenderung juga menurun. Saat ini Kota Palembang sudah masuk kategori memadai yakni di bawah 60 persen.

“Terakhir ini kita BOR kalau yang per 22 Agustus 36.21 persen”, tutupnya. (derla)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *