Mundur Dari Wakil Ketua koni Sumsel, Terpilih Menjadi Ketua Umum PSSI

PALEMBANG –Tindakan mengejutkan Musni Wijaya yang menyatakan mundur dari kepengurusan KONI sebagai Wakil Ketua Umum KONI Sumsel, akhirnya bermuara membawanya menjadi Ketua Umum PSSI Sumsel.

Sikapnya mundur memang sedikit mengejutkan, apalagi dengan alasan tanggung jawab lantaran gagal membawa tim Porwil meraih juara umum.

Secara aklamasi Musni yang sebelumnya merupakan Wakil Ketua Umum Asprov PSSI Sumsel, naik menggantikan Rizal Abdullah yang kini masih dipenjara karena terjerat kasus korupsi wisma atlet.

“Saya mundur dari Waketum KONI bukan tanpa alasan, tapi bentuk tanggung jawab saya yang merasa gagal membawa tim Porwil meraih juara umum. Kini, saya terpilih menjadi Ketum PSSI, ingin tetap bekarya dan bekerja dengan penuh tanggung jawab membawa PSSI Sumsel lebih baik, meski ditengah kisruh sepakbola Indonesia,” ungkap Musni, Selasa (29/12/2015).

PSSI Sumsel memang telah habis masa kepengurusanya, karena itu Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Sumatera Selatan menggelar acara Kongres Tahun 2015, di ruangan Mahameru Hotel Swarna Dwipa Palembang, senin (28/12) malam.

Menurut Musni, walau PSSI pusat sedang dibekukan, pembinaan di daerah masih tetap dapat dilakukan. Untuk itu, dengan arahan PSSI Pusat, diperkuat oleh surat edaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, Asprov PSSI menggelar kongres.

“Jadi acara dapat dilaksanakan sesuai arahan dari PSSI pusat, dan surat Kemenpora bertanggal 15 Desember, yang menyatakan bahwa pembekuan dilakukan pihaknya tidaklah menyeluruh, artinya PSSI Kota/Kabupaten dapat menggulirkan kompetisi,” ujar Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Sumsel ini.

Sambungnya, PSSI Sumsel sudah menyusun beberapa program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun depan, diantaranya menggulikan Liga Nusantara, Galanita, serta Liga Mahasiswa.

“Selama ini, di Kabupaten atau Kota ajang kompetisi jarang sekali digelar, makanya kita sebagai wadah mereka akan melaksanakan itu, agar mereka semua tidak liar. Seharusnya kompetisi-kompetisi lainnya itu, harus dibawah payung PSSI, terkait perizinan mereka, kita yang menyelenggarakannnya, namun kita juga menyadari kalau selama ini vakum,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *