BUKITTNGGI . Newshanter.com– Akibat hujan deras di Sumatera Barat ,Jalan raya Matur yang menghubungkan Lubuk Basung – Bukittinggi longsor. Akses lalu lintas Lubuk Basung – Bukittinggi terganggu.Curah hujan yang tinggi menjadi penyebab longsor tersebut.
Longsor terjadi Minggu (29/11/2015) pukul 05.30 WIB di jalan Simpang Fanta, Sungai Landia menuju Bukittinggi. Material longsor menimbun badan jalan sepanjang 20 meter dengan tinggi mencapai 6 hingga 8 meter.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Yunaidi mengatakan, jalan Raya Matur menuju Bukittinggi memang rawan longsor.
Hingga kini, BPBD bersama TNI, Polres Agam dan warga setempat masih bergotong-royong menyingkirkan material longsoran dari badan jalan.Pejabat Pelaksana Harian (Plh) Bupati Agam, Syafirman, mengimbau warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terutama yang bermukim di lereng perbukitan dan kawasan rawan bencana.
Sembilan Titik Longsor di Agam
Sementara itu seperti dilansir RRI.CO,ID,Akibat diguyur hujan lebat sepanjang Selasa (25/11/2014) hingga Rabu (26/11/2014), sebanyak sembilan titik di Kabupaten Agam dilanda longsor. Jumlah titik longsor itu bisa saja bertambah, karena ada beberapa laporan longsor dari warga yang belum dintindaklanjuti, dengan alasan keterbatasan personil dan perlengkapan.
Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rinaldi mengatakan, titik longsor itu berada di kawasan Batu Kambiang Kecamatan IV Nagari sebanyak empat titik, Simpang Panta Kecamatan Matur sebanyak tiga titik, kawasan Kelok 44 di Kecamatan Tanjung Raya sebanyak satu titik dan kawasan Ngarai Kecamatan IV Koto sebanyak satu titik.
Untuk longsor di kawasan Batu Kambiang, material longsor yang meliputi tanah dan pepohonan itu menutup badan jalan. Dari empat titik longsor di kawasan itu, masing-masing titik mengalami longsor sepanjang delapan hingga 10 meter, dengan ketinggian material longsor sekitar tiga meter.
Tertutupnya akses jalan Batu Kambiang-Koto Alam-Palembayan itu membuat arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalan lingkar menuju Koto Gadang. Longsor itu terjadi pada Rabu (26/11/2014) sekitar pukul 04.00 WIB dinihari, dan hingga berita ini diturunkan, alat berat masih membersihkan material longsor.
“Tebing setinggi 20 meter di sekitar lokasi longsor ini sangat labil, sehingga alat berat terpaksa tidak bekerja disaat terjadi hujan, karena membahayakan keselamatan petugas. Sepanjang Rabu, hujan lebat masih terus mengguyur kawasan itu,” ujar Rinaldi.
Untuk titik longsor di kawasan Simpang Panta terdapat tiga titik. Hanya saja, material longsor yang terdiri dari tanah itu hanya menutupi separuh badan jalan, sehingga kendaraan masih bisa melintas, meski dengan sistem buka tutup. Hingga berita ini diturunkan material longsor itu belum dibersihkan, karena alat berat lebih difokuskan ke arah titik longsor yang lebih parah.
Tak hanya itu, titik longsor juga terjadi di kawasan Simpang Jambak Ngarai. Namun longsor yang terjadi pada Selasa (25/11/2014) malam sekitar pukul 22.00 WIB itu tidak terlalu parah. Di lokasi itu hanya terjadi pohon tumbang yang menutup badan jalan, yang membawa material tanah.
Namun sekitar satu jam kemudian, petugas dan warga bersama-sama telah berhasil membersihkan seluruh material longsor yang menghambat jalan. Sementara untuk titik longsor di kawasan Kelok 44 terjadi di antara Kelok 10 dan Kelok 11. Material longsor yang meliputi bebatuan berukuran raksasa membuat arus lalu lintas di kawasan itu putus total selama 2,5 jam.
Menurut Rinaldi, longsor di tempat ini terjadi, karena batu-batuan penahan di Kelok 11 runtuh dan menimpa Kelok 10. Butuh waktu lama, karena material longsor ini adalah batu besar yang sulit dibersihkan. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (26/11/2014) sekitar pukul 11.30 WIB. Longsor itu terjadi sepanjang 15 meter dengan ketinggian sekitar satu meter.
“Kami juga mendapat kabar ada longsor di kawasan Palembayan dan Palupuah, serta adanya banjir di Tiku. Namun anggota kami belum sempat ke lokasi, sehingga kami belum tahu persis seperti apa kejadian disana,” tambah Rinaldi. (RRI/SGL/NHO)





