Palembang, newshanter.com – Dewan Penasehat dan Dewan Pembina The Universal Line Dance (D’ULD) dan Sekretaris Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) menghadiri kegiatan Road To Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) Sumatera Selatan (Sumsel) 2022, Pengukuhan, Pelantikan D’ULD 8 cabang Kota/Kabupaten serta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 12 dan 1 tahun D’ULD Kota Palembang bertempat di ballroom Arya Duta Hotel Palembang, Jumat (25/3/2022).
Dikatakan Dewan Penasehat D’ULD Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya, yang jelas organisasi D’ULD ini menyehatkan badan, mudah-mudahan bukan hanya olahraganya diambil hikmahnya, tetapi ajang silaturahminya.
“Jadi sesama ibu yang selama ini mungkin nongkrong-nongkrong dicafe, rumpi-rumpi, maka dengan adanya kegiatan ini, maka bisa dialihkan kepada kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Kemudian, pesan terkahir kepada Ketua yang dilantik tadi, yang jelas setelah dilantik ini, kabupaten/kota yang sudah dilantik, harapan kita dia merekrut semua ibu-ibu, bukan hanya ibu-ibu saja, tetapi mungkin yang mau, ayo bergabung untuk berolahraga yang bermanfaat ini.
“Dan saya ucapkan selamat kepada semua yang dilantik tadi, dan selamat juga untuk HUT ini, semoga D’ULD makin jaya dan sukses selalu,” ungkapnya.
Menurut Ketua D’ULD Sumsel Ir Renni Facrurrozie, rangkaian kegiatan ini yang pertama bersamaan pada tanggal 20 Maret tadi kita 12 tahun usia dari D’ULD Wilayah Sumsel, dan juga 1 tahun dari cabang kota Palembang.
“Bersamaan memperingati mengukuhkan 8 cabang dari yang telah ada dibawah payung D’ULD Wilayah Sumsel yaitu cabang kota Palembang, cabang Prabumulih, cabang Ogan Komering Ilir (OKI), cabang Ogan Komering Ulu (OKU), cabang Musi Rawas (Mura), cabang Lubuk Linggau, cabang Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), dan cabang Ogan Ilir (OI), ” katanya.
Dilanjutkannya, dimana untuk 8 cabang kabupaten/kota yang sudah di payung D’ULD untuk persiapan Road To FORNAS. Dimana kita akan menggiatkan FORNAS pada bulan Juli yang akan datang.
Kemungkinan ada tambahan, kemungkinan bisa jadi, bisa jadi sudah ada tambahan, sudah ada beberapa kabupaten/kota yang sudah akan membentuk cabang D’ULD disana.
“Kalau untuk khusus ULD INORGA ULD Line Dance, ULD yaitu User Line Dance, karena saya lihat banyak juga paket line dance sekarang ini, khusus kita D’ULD kita akan ada beberapa kategori,” bebernya.
Masih dilanjutkannya, untuk kategorinya sendiri ada kategori perorangan, yang profesional, ada kategori anak-anak yang non profesional, ada kategori diatas usia 50 tahun keatas, ada juga kategori non profesional, jadi kita beberapa kategori yang akan dilombakan nanti.
Untuk 8 cabang kabupaten/kota untuk kesiapannya sendiri, ada yang baru pengenalan, dan ada yang memang sudah beberapa tahun ini, mereka mengikuti gerakan-gerakan line dance dari D’ULD Wilayah Sumsel.
“Jadi kita D’ULD ini gerakan dari tarian dan senam ini berdasarkan lagu dan Step Shit,” imbuhnya.
Masih disampaikannya, jadi gerakan kaki kita itu, langkah kita itu berdasarkan step shit, tidak sembarangan melangkah-melangkah itu tidak sembarangan ada step shit.
Itulah nanti pas lomba pada FORNAS itu yang akan dilihat dan dinilai itu disana. Pasti perlu Koreografi, kalau lagu-lagu kita berdasarkan koreografi, berdasarkan koreo lagu di koreokan maka akan terbentuklah sebuah tarian dan gerakan yang indah.
“Kalau kita sudah biasa ini sebentar saja bisa, ada belajar, ada pembelajaran paling diajarkan instruktur, atau yang menciptakan koreo itu,” jelasnya.(ton)





