PEMALANG, newshanter.com – Publikasi pembangunan yang dilakukan TNI selalu dilaporkan dan didokumentasikan tahapan demi tahapan. Ini dimaksudkan agar pimpinan TNI, dinas terkait maupun masyarakat umum tahu apa saja yang dilakukan, siapa saja yang malakukan serta kendala apa saja di lapangan dalam mengerjakannya.
Termasuk di lokasi TMMD Reguler 104 Kodim 0711 Pemalang, di desa pinggiran Kabupaten Pemalang, Desa Jatiroyom Kecamatan Bodeh. Salah satu sasaran fisik TMMD adalah pemasangan bronjong di dua titik rawan longsor (Telford Makadam titik 150 dan 200 meter dari nol Makadam) dengan total panjang 48 meter.
Terlihat penggalian terasering pondasi bronjong titik II atau 200 meter oleh excavator, telah dirampungkan. Pekerjaan selanjutnya adalah menata kawat bronjong dan memasukkan batu di dalamnya secara bertahap dari bawah ke atas. Kamis (28/2/2019).
Sedangkan diketahui, pekerjaan lainnya adalah pembangunan Jembatan Limpas sepanjang 20 x 3,5 meter, rabat beton 919,5 x 2,5 dengan ketebalan 20 centimeter, pembuatan saluran drainase 209 x tinggi 0,5 meter, Makadam/Telford dengan volume 805 x 2,5 meter, 3 unit riol serta 3 titik talud dengan total panjang 164 meter.
Dibenarkan Kasi Kesra Jatiroyom selaku Ketua TPK, Lukis (47), bronjong difungsikan untuk menahan badan jalan Makadam di titik 200 meter yang lokasinya tidak jauh dari Jembatan Limpas serta warung tenda milik salah satu warga Desa Ujungnegoro Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Kartinah (46).
“Untuk ketinggian bronjong adalah 6 meter dengan panjang 20 meter. Ini sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Dinas PU Kabupaten Pemalang untuk menahan badan jalan Makadam dengan potensi longsor,” ucapnya. (rel).





