Jakarta.Newshanter.com,-Artis Nikita Mirzani mempertanyakan soal surat pemanggilan yang dilayangkan kepadanya sebagai saksi, terkait kasus prostitusi online. Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dijadwalkan akan melakukan pemeriksaan pada Rabu,(16/12/2015)
Nikita mengaku bingung mengapa saat memenuhi pemeriksaan, dia diminta untuk membawa ponsel dan pakaian dalam yang dimilikinya.
“Di bawahnya surat (pemanggilan) aku harus membawa handphone dan pakaian dalam. Katanya kan sudah ada barang bukti pakaian dalam aku, dan HP-ku juga sudah diambil, ini kenapa ya?” ujar Nikita Mirzani dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne, Selasa,(15/12/2015)
Sedangkan dalam acara yang sama, Kepala Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol Umar Surya Fana enggan menjelaskan secara detail soal permintaannya tersebut. Sebab, menurut dia, berkaitan dengan proses penyidikan yang sedang dilakukan. “Itu sangat teknis, enggak mungkin saya buka di sini,” katanya.
Tidak Merasa Dihargai
Dalam dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne, Nikita Mirzani membeberkan fakta baru sewaktu pemeriksaan di Bareskrim Polri. Saat itu, Niki sapaan akrab Nikita, merasa tidak dihargai oleh beberapa orang yang ada pada saat itu.
Sebelumnya, wanita berkulit putih ini diduga terlibat kasus prostitusi online dan masih menjadi korban. Dia tertangkap pada Kamis, 10 Desember 2015 di sebuah hotel mewah tanpa menggunakan sehelai benang pun.
Kemudian, saat ingin melakukan pemeriksaan, dia merasa sebagai korban tidak ada tempat untuk diberi ketenangan, melainkan seperti telah menjadi tersangka. Untuk itu, dia mengungkapkan tentang apa yang dia rasakan sewaktu akan pemeriksaan.
“Udah lama ya jadi PSK, berapa sih bayarannya. Terus ada juga polisi yang bilang cepetan deh di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan), mau cepat pulang kan, apa mau jadi tersangka,” ujar Nikita Mirzani saat menjadi bintang tamu pada acara Indonesia Lawyers Club di tvOne, Selasa, 15 Desember 2015.
Dia menambahkan bahwa ada polisi yang berperilaku kasar padanya saat ingin memeriksa. Kemudian, beberapa polisi juga mengambil fotonya tanpa meminta izin.(VV/NHO)





