Nasib DPRD Muba, Setelah Empat unsur Pimpinan Dewan Ditahan KPK

para anggota dprd muba berfoto bersama dengan bupati / Foto NET

MUBA.Newshanter.com,- — Terkait penahanan empat orang unsur pimpinan DPRD Muba oleh KPK membuat DPRD Muba lekosongan kepemimpinan.

Agar kinerja DPRD Muba tetap bisa berjalan, maka Sekretaris Dewan (Sekwan) akan melakukan kordinasi kepada pimpinan partai pemilik suara terbanyak agar mengisi kadernya sebagai unsur pimpinan di DPRD Muba.

Bacaan Lainnya

Seperti yang diberitakan sebelumnya, KPK menahan empat pimpinan anggota DPRD Muba, Selasa (15/12). Keempatnya yakni Ketua DPRD Muba Riamon Iskandar (PAN), serta tiga wakil pimpinan DPRD Muba, Darwin AH (PDI Perjuangan), Islan Hanura (Partai Golkar), dan Aidil Fitri (Partai Gerindra).

Keempatnya merupakan tersangka kasus dugaan suap DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Muba tahun 2014 dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muba tahun 2015.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Muba, Thabrani Rizki menuturkan, dengan kosongnya kursi kepemimpinan empat unsur pimpinan DPRD Muba, kita akan melakukan koordinasi dengan partai yang memiliki suara terbanyak dalam pemilu.

Koordinasi tersebut dilakukan karena saat ini empat orang unsur pimpinan dilakukan penahanan oleh KPK selama 20 hari.

“Karena kursi empat pimpinan DPRD Muba kosong, maka dari itu kita akan menyurati pimpinan partai terlebih dahulu. Partai yang disurati merupakan partai yang memperoleh suara terbanyak yang akan ditunjuk sebagai pimpinan DPRD sementara, jadi kita akan melakukan koordinasi tersebut terlebih dahulu,” kata Thabrani.

Dijelaskannya, menyurati partai yang memperoleh suara terbanyak karena saat ini kegiatan di DPRD Muba tengah melakukan pembahasan Raperda menjadi Perda dan pada pelaksanaan rapat paripurna pada tanggal 23 nanti. Oleh karena itu adanya pimpinan DPRD sementara sangat diperlukan untuk rapat yang akan dilaksanakan nanti.

“Hal ini sangat perlu sekali dilakukan mengingat empat unsur pimpinan DPRD tersebut ditahan maka tidak menutup kemungkinan kegiatan-kegiatan di DPRD Muba tidak berjalan. Oleh karena itu kita mengambil langkah-langkah dengan menyurati partai yang memperoleh suara terbanyak, serta meminta petunjuk kepada Mendagri menganai prihal ini,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi, menambahkan dengan kosongnya kursi kepemimpinan DPRD Muba jangan sampai kegiatan-kegiatan yang sudah teragenda terganggu. Sekwan harus mengambil langkah mengenai permasalahan yang terjadi saat ini.

“Saya harap Sekwan dapat mengambil langkah dalam mengkomunikasikan perihal yang terjadi, agar tidak adanya kekosongan kepemimpinan di DPRD Muba,” ungkap Beni.(SP/HERRY)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *