Banyuasin, News Hanter,com- Petani padi di Hamparan Desa Santan Sari ‘Menangis’, pasalnya sawah mereka diserang tikus. Kemudian hasil panen yang sedikit itu sulit diangkut, karena satu-satunya jembatan menuju sentra produksi tersebut, nyaris ambruk.
Jembatan penyeberangan sepanjang 7 Meter yang menjadi akses bagi ratusan petani yang hendak ke sawah di Gapoktan Rangga Sentosa Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa. Kondisinya sudah rusak parah, tiangnya sudah miring dan lantainya banyak yang patah. Kendaraan roda dua saja tidak bisa melintas.
Jembatan kayu tersebut bantuan mantan Bupati Yang Anton Ferdian sebelum mencalon sebagai bupati Banyuasin, 2013 lalu.
Ketua Gapoktan Rangga Sentosa, Ismail saat diwawancarai wartawan ini mengatakan, jembatan tidak diperbaiki karena menjadi urat nadi petani. “Petani nangis melihat kondisi ini, tanaman padi di makan tikus, hasilnya yang sedikit sulit diangkut karena jembatan rusak,” ujarnya, kemarin (10/3/2017).
Sebenarnya, ujar Ismail, sebelumnya para petani telah berencana membangun sendiri jembatan itu dengan cara patungan. “Tapi serangan tikus membuat banyak sawah yang tidak bisa dipanen. Jangankan bangun jembatan, untuk kebutuhan sehari-hari saja sepertinya jauh dari cukup. Kami harap pemerintah bisa membantu,” katanya.
Sementara itu Ketua BPD Desa Santan Sari, Eko saat dikonfirmasi mengatakan, untuk bantuan jembatan sudah lewat waktunya, apalagi memang anggaran desa banyak yang dipangkas dari pemerintah.
“Kalau desa sendiri belum bisa membantu, karena pembahasan RPJM Desa sudah lewat, saya sarankan minta bantu ke PT perkebunan, nanti desa yang minta ke perusahaan,” Jelas Eko.
“Nanti kami yang panggil perusahaan di sana, minta di bantu alat berat supaya bisa ditimbun, dan petani tidak terganggu saat panen,” pungkasnya.(Heri)





