Palembang, Newshanter.com.Dokter Nurshabrina (27), warga Jalan Sawit XV Kompleks Perum Bukit Sejahtera Blok S 5 RT 067 Kecamatan IB I Palembang hilang usai pamit dengan orang tuanya untuk berangkat ke Lampung. Dokter yang pernah dinas di IGD Rumah Sakit Pusri Palembang ini, menghilang selama sembilan hari sejak Selasa (11/2/2020) dan hingga Kamis (20/2/2020), korban tak kunjung pulang ke rumahnya.
Menghilangnya Dokter Nurshabrina membuat ayah dan ibunya yaitu Fahmi (65) dan Ani (50) terpukul. Bahkan saat ditemui di kediamannya, Ani yang merupakan ibu dari Dokter Nurshabrina telihat menangis histeris dan nyaris pingsan.
Dikatakan Fahmi, hilangnya Dokter Nurshabrina berawal usai pamit pergi untuk jalan-jalan ke Lampung guna refreshing dan berkumpul dengan teman sesama alumi kuliah Fakultas Kedokteran.
“Putri saya nomor dua ini tamat kuliah di Lampung dan menjadi dokter tahun 2016. Kemudian tahun 2017, dia dinas di Rumah Sakit Cipto sebagai dokter. Lalu, anak saya pindah dinas lagi menjadi dokter di IGD Rumah Sakit Pusri. Setelah 7 bulan dinas di Rumah Sakit Pusri, anak saya berhenti pada awal Januari 2020 lantaran resign diterima kerja sebagai dokter di Jakarta. Namun dikarenakan kerja di tempat baru ini belum dimulai, makanya pada Selasa lalu (11/2/2020) anak saya pamit ke Lampung untuk refreshing dan berkumpul dengan teman-temannya,” ungkapnya.
Masih dikatakannya, ketika itu dirinya yang membelikan tiket Kereta Api di Stasiun Kereta Api Palembang dengan tujuan Palembang-Lampung. Bahkan saat berangkat, ia dan isterinya juga ikut mengantar Dokter Nurshabrina hingga ke Stasiun Kereta Api Palembang.
“Setelah anak saya berangkat naik kereta api tersebut, kami pun pulang ke rumah. Tak lama kemudian anak saya menelpon dan menyampaikan jika dia (Dokter Nurshabrina) sudah tiba di Lampung, dan ia juga mengatakan akan pulang kembali ke Palembang pada hari Sabtu (15/2/2020),” terangnya.
Menurutnya, akan tetapi tidak lama dari menelpon tersebut handphone (HP) dan whatsapp Dokter Nurshabrina tidak aktif. Meskipun demikian dirinya mengaku tetap menunggu kedatangan putrinya di Stasiun Kertapati Palembang.
“Sebelumnya anak saya ini kan bilang jika dia akan pulang hari Sabtu (15/2/2020). Jadi walau HP dia tidak aktif, saya tetap menunggunya sejak pagi hingga malam hari, atau sampai Stasiun Kertapati Palembang tutup. Namun hasilnya anak saya tidak ada. Bahkan selama lima hari saya selalu menunggunya di sana, akan tetapi anak saya tetap juga tidak ada. Dari itulah akhirnya saya memutuskan membuat laporan ke Polda Sumsel pada Rabu (19/2/2020). Kami berharap dengan telah melapor ke pihak kepolisian, anak saya Dokter Nurshabrina dapat segera pulang dengan selamat,” harapnya.
Dokter Nurshabrina.
Dijelaskannya, terkait belum pulangnya Dokter Nurshabrina dirinya sebelumnya juga telah menelpon teman-teman alumi kuliah Dokter Nurshabrina di Lampung.
“Dari semua temannya yang saya telpon, tidak ada satupun yang mengatakan terlihat anak saya datang ke Lampung. Bukan hanya itu, saya juga menanyakan hal yang sama kepada pacar dari anak saya Dokter Nurshabrina. Dalam percakapan di telpon, pacar anak saya ini mengaku terkejut dan tidak tahu keberadaan putri saya ini,” paparnya.
Lebih jauh diungkapkan Fahmi, jika putrinya tersebut sudah cukup lama berpacaran dengan seorang pria. Bahkan pacar dari anaknya ini juga sempat mengajak Dokter Nurshabrina untuk menika
“Tetapi anak saya Dokter Nurshabrina belum mau menikah, sebab anak saya ini masih mau berkarir,” tandasnya.
Sementara itu, Babinsa Kelurahan Bukit Lama, Sersan Dua Windian didampingi Bhabinkamtibmas Brigadir Suhendro saat datang ke rumah Dokter Nurshabrina mengatakan, jika kedatangan mereka untuk mengecek informasi terkait adanya warga yang hilang.
“Dari cerita orang tuanya jika Dokter Nurshabrina menghilang dan tak pulang ke rumah usai pamit untuk berangkat ke Lampung. Dengan adanya warga kami yang hilang ini, kami menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui atau melihat keberadaannya untuk segera melapor ke kantor polisi atau Koramil terdekat, supaya Dokter Nurshabrina dapat segera ditemukan dengan sehat dan selamat,” ungkap Sersan Dua Windian.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi membenarkan adanya laporan dari orang tua korban tentang hilangnya Dokter Nurshabrina.
“Orang tua korban ini melapor pada Rabu 19 Februari 2019. Laporan tersebut juga telah diterima oleh petugas SPKT Polda Sumsel,” ujar Kabid Humas.
Masih dikatakannya, menindaklanjuti laporan korban tersebut Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel juga telah mendatangi rumah korban guna mengambil keterangan saksi dari pihak keluarga Dokter Nurshabrina.
“Jadi kasus hilangnya Dokter Nurshabrina kini sedang diselidiki oleh Polda Sumsel. Bahkan dalam penyelidikan ini kami menurunkan Tim dari Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Selain itu, kita juga berkoordinasi dengan Polda Lampung,” tegas Kabid Humas. (kns)





