Pelalawan ,Newshanter.com,Diduga tercemar limbah PKS PT. MAS (Makmur Andalan Sawit), Senin (27/04/2015) lalu ribuan ikan dan hewan lainya yang ada di Parit KKPA Sungai Kerumutan Desa Dusun Tua, Kec. Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, mati mengapungi.
Masyarakat yang mengetahui kejadian itu, langsung menghubungi Kepolisian setempat dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan. Kapolsek Pangkalan Lesung AKP Dodi Zulkarnaen Hasibuan, begitu mendapat laporan adanya pencemaran lingkungan yang menyebabkan ikan pada mati, langsung terjun dilokasi kejadian.
“Untuk memastikan apa penyebabnya ikan pada mati tersebut, kami menghubungi pihak BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kabupaten Pelalawan, meraka sedang diperjalanan menuju TKP, kita tunggu saja BLH karena mereka yang berwewenang dalam masalah itu,” ungkapnya kepada wartawan.
Menurut Tokoh masyarakat Desa Dusun Tua, Dusman, kepada wartawan mengungkapkan , pencemaran lingkungan yang mengakibatkan ikan pada mati disungai yang sama, ini sudah yang kedua kali terjadi. Kejadian pertama pada 12 Juni 2014 lalu. Saat itu pihak manajemen perusahaan PT. MAS telah membuat berita acara yang ditanda tangani langsung oleh manajer perusahaan. Saat itu masyarakat tidak menuntut apa-apa.Tapi sangat disayangkan pencemaran itu kini terulang lagi, ujarnya.
Dijelaskannya, sungai tempat ikan mati itu, merupakan aliran sungai dari kolam limbah PKS perkebunan kelapa sawit milik PT. MAS. Sehingga kita curiga penyebab matinya ikan tersebut, mungkin dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) karena airnya terlihat banya bercampur minyak sawit. Maka itu, karena masalah ini sudah sampai kepada BLH Pelalawan, masyarakat berharap agar hasil analisanya secepatnya keluar supaya terang benderang. Jika dari hasil analisa BLH nantinya, terbukti ikan itu mati akibat tercemar limbah PKS PT. MAS, diminta supaya diproses secara hukum, pinta mantan Kades Dusun Tua itu.
Manajer perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. MAS Bintang Tulus Siregar, yang ditemui wartawan dikantornya mengatakan bahwa, penyebab ikan itu mati tidak diketahui pasti. Yang jelas itu bukan akibat dari limbah PKS perusahaan, karena sejauh ini tidak ada perubahan pada kolam limbah perusahaan, kilahnya.
Dikatakanya Tanggul tidak ada yang jebol, tidak ada yang bocor atau retak sama sekali. Dalam kejadian ini, lebih dulu diketahui warga sehingga, tadinya manajemen perusahaan mau melaporkan kepada pihak kepolisian, tapi warga sudah melaporkannya duluan, jelasnya. “Masalah ini sudah dilaporkan kepada BLH Pelalawan. Jadi, kita tunggu saja BLH yang independen sebagai pihak yang berwewenang melakukan analisa atas matinya ikan-ikan tersebut. Jika nantinya hasil analisa dari BLH, terbukti ikan itu mati akibat dari limbah perusahaan PT. MAS, maka segala konsekuensi akan dipatuhi,” pungkasnya.(akt/Arie Cotto)





