Anggota Paskibra Ditemukan Tewas Dikamarnya

alm rahman della/foto fb

rahmanPALEMBANG.Newshanter.Com — Rahman Della (18) pelajar yang baru saja lulus dari pendidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang, ditemukan tewas dengan keadaan bersimbah darah di dalam kamar rumahnya Jalan Sukabangun II Lorong Beringin No 1765 Rt 67 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang, Kamis (09/07/2015) sekitar pukul 10.30.

Korban kelahiran 27 April 1997 ini yang akrap di panggil Radel, diduga tewas ditusuk perampok yang memasuki rumahnya,  dianggota badan anggota Paskibraka Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2014 itu, didapatkan beberapa tusukan diantaranya dibagian sebelah kanan. Jenazah korban telah di makamkan keluarganya di Saka Tiga Indralaya, Kasus kini tengak ditangani Polsekta Sukarami Palembamg.

Menurut keterangan ibu angkat korban, Masyitha (53),  orang yang pertamakali menemukan  korban,  mengetahui jika anak angkatnya tersebut telah dalam keadaan tidak bernyawa. Setelah  pulang dari kantor BKKBN Provinsi Sumsel, “Sesampai di rumah pintu dalam keadaan tidak terkunci serta di dalam juga berantakan,” jelasnya saat ditemui wartawan Kamar Jenazah RSMH Palembang.

Mendapat hal itu,  ia pun langsung menemui Radel di kamarnya bermaksud untuk menanyakan hal tersebut. Namun saat masuk ke dalam kamar anaknya dan memanggil-manggil, anaknya itu tidak menjawab sepatah kata pun. “Karena tidak menjawab dan saya kira tertidur pulas, jadi anak saya yang saat itu dalam keadaan tengkurap di tempat tidurnya langsung saya tarik untuk dibalik. Dan betapa terkejutnya saya, ketika itu saya melihat lehernya sudah bersimbah darah,” terangnya.

Mengetahui hal itu, Masyita, ia pun langsung bergegas meminta tolong kepada para tetangganya dan kemudian bersama-sama membawa anaknya tersebut ke RS Myria Palembang untuk memberikan pertolongan medis. Setiba di sana RS Myria, korban tidak bernyawa lagi hingga akhirnya dibawa ke Instalasi Pemulsaran Jenazah RSMH Palembang ini untuk dilakukan visum.

Diktakan Masyita, saat kejadian berlangsung, korban  di rumah seorang diri. Dikarenakan beberapa keluarganya yang lain telah pulang kampung terlebih dahulu ke Sakatiga Indralaya. “Jadi di Palembang hanya tinggal kami berdua saja dan rencananya kami   baru akan menyusul nanti kalau saya sudah libur bekerja. Namun apa hendak di kata dia telah tiada,” ujarnya.

Sementara itu, menurut keterangan rekan kerja ibu angkat korban, Eria (50), sesaat sebelum kejadian atau tepatnya saat berada di kantor, Masyita sudah gelisah dan ingin cepat-cepat untuk pulang. “Jadi Masyita itu tadi pulang cepat atau sekitar pukul 10.00. Dan tidak lama dari itu langsung dikabari lewat telphone jika anaknya telah menjadi korban perampokan makannya kami dari kantor langsung beramai-ramai ke sini ini,” jelasnya.

Sedangkan, pacar korban, Yatie Angraini (18)  yang ikut ke kamar Jenazah RSMH Palembang, mengantarkan jenazah korban, menjelaskan, ia mendapat kabar kepergian pacarnya tersebut setelah dihubungi ibu angkat korban sekitar pukul 10.30. “Kami satu sekolahan tapi beda kelas dan dia adalah adik kelas saya. Kami berpacaran sudah 26 bulan persisnya sejak dia kelas satu dan saya kelas dua,” jelasnya.

Dikatakan Yatie, pacarnya tersebut merupakan orang yang sangat aktif terutama di ekstrakulikuler Paskibra. Bahkan begitu hebatnya, pacarnya tersebut juga sudah sempat menjadi anggota Paskibraka Provinsi pada tahun 2014 lalu.”Prestasi di kelas juga tidak terlalu buruk tapi kalau untuk di ekstarkulikuler dia sangat luar biasa dan sudah sering mendapat juara memenangi perlombaan,” terangnya.

Saat disinggung mengenai firasat, Yatie mengatakan, tidak ada firasat sama sekali akan kepergian pacarnya tersebut. Bahkan sebelum pacarnya meninggal atau sekitar pukul 08.00-09.00, pacarnya tersebut juga sempat menyukai statusnya di media sosial facebook.”Sebenarnya tadi pagi dia sempat menelphone tapi berhubung saya sedang sibuk jadi telepon-nya tidak terangkat. Kami juga semalam sempat sms-an dan berjanji untuk buka bersama sore ini,” ungkapnya.

Kapolsekta Sukarami Palembang, Kompol Nurhadiansyah didampingi Kanit Reskrim, Iptu Heri menjelaskan, pihaknya dan unit Pidum Polresta yang mendapat informasi langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk langsung melakukan penyelidikan termausk menggali keterangan saksi.

“Dari tempat kejadian perkara (TKP) diamankan barang bukti berupa batu lumpang dan pisau dapur. Sementara darimana pelaku masuk ke rumah masih dilakukan penyelidikan dan kita juga belum bisa menjelaskan pasti motif dari kasus pembunuhan tersebut,” jelasnya.

Namun diduga, pelaku hendak melakukan pencurian sebelum akhinya aksinya tepergok oleh korban. Dan hal itu tampak terlihat beberapa kamar rumah korban kondisinya juga dalam keadaan acak-acakan “Sementara barang yang hilang yakni hanya handphone milik korban,” ungkapnya.

Kapolda Menduga Pembunuh Rahman Kenal dengan Korban

Peristiwa tewasnya Rahman Dela menjadi perhatian Kapolda Sumsel, Irjen Pol Iza Fadri.Iza menduga, pelaku pembunuhan itu kenal dengan korban sehingga nekat melakukan pembunuhan dengan suatu maksud.”Ini masih indikasi setelah saya menerima laporan dari anggota di lapangan dan belum bisa seperti itu kenyataannya. Tentu masih akan didalami untuk mencari pelaku pembunuhan,” kata Iza, Jumat (10/7/2015).

Iza melanjutkan, indikasi lain terkait motif apa yang mendasari pelaku menghabisi nyawa Rahman adalah diduga karena aksi pencurian yang akan dilakukan pelaku diketahui Rahman.Karena tidak ingin ada saksi yang melihat aksinya dan mencoba menghilangkan bukti, pelaku menghabisi nyawa Rahman dan selanjutnya kabur.(SP/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *