PALEMBANG –Newshanter.com,- Seorang oknum pengacara di Palembang yang diketahui bergelar Haji, Kamis (17/09/2015) ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat tengah menggelar pesta sabu saat tengah menggelar pesta sabu disalah satu rumah yang berada di Lorong Gelora, RT 03/01, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang.
Dalam penangkapan terhadap tersangka Heldi Fitri Nata SH (47) Warga Lorong Mesjid II, RT 03/01 Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang ini, anggota BNN Sumsel juga turut memboyong Azwar Rusdi (50) seorang tukang las dan juga pemilik rumah serta Anhar Ismail warga jalan Mayor Zen Kapling 1, RT 12/04, kelurahan Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni.
Informasi yang dihimpun, penangkapan terjadi saaylt tim dari BNN Sumsel mendapatkan informasi dari masyarakat, jika adanya pesta narkoba dikediaman Azwar Rusdi. Menanggapi laporan itu, petugas langsung melakukan penggerbekan.
Namun, pengrebekan itu sempat terkendala sesaat lantaran rumah Azwar dikunci dari dalam hingga akhirnya petugas sempat menunggu diluar.
“Saat kami geledah, ditemukan satu buah alat hisap sabu berupa bong. Lalu, ketiganya langsung kita bawa ke BNN untuk di tes urine,” kata Anggota Bidang pemberantasan BNN Sumsel, Hadiansyah Putra, Jumat (18/09/2015).
Hasilnya tak meleset, ketiganya memang benar positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu dan ekstasi.
“Ketiganya akan dilakukan rehab sesuai dengan Pasal 127 undang-undang narkotika. Saat pemeriksaan mereka mengakui pernah menggunakan narkotika,” imbuhnya.
Sementara, tersangka Heldi berkilah jika dirinya telah mengkonsumsi narkoba. Bahkan, menurutnya hasil tes urine yang dilakukan oleh petugas BNN Sumsel bukan miliknya.
“Tidak, itu bukan urine saya. Saya ini hanya dijebak,” bantahnya.
Namun, saat akan dilakukan tes urine ulang Heldi justru menolak.
“Saya tidak mau tes lagi. Itu bukan urine saya,” cetusnya.
Sedangkan, pemilik rumah, Azwar mengatakan, saat penggerbekan terjadi, kedua temannya (Heldi dan Anhar) hanya bertamu saja.
“Mereka ini datang ke rumah cuma bertamu. Kami tidak pesta sabu. Memang saya ini pernah pakai sabu seminggu lalu, tapi itu lantaran agar saya semangat bekerja,” jelasnya. (SD/NHO)





