LAMPUNG.Newshanter.com — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas)-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bersama Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel melakukan media gathering di Hotel Grand Elty Nirwana Resort Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), sejak Rabu-Jumat (16/18/9). Dalam kegiatan gathering ini, SKK Migas mengakui bahwa peran media sangat penting dalam memajukan industri Migas.
Pada kesempatan itu, Kepala perwakilan SKK Migas Sumbagsel Tirat Sambu Ichtijar mengatakan, dengan adanya media gathering tersebut diharapkan terjalin tali silaturahmi dan kerjasama dengan media di Wilayah di Sumsel, baik dalam hal penyampaian berita maupun peran membantu pengawasan wilayah kerja SKK Migas itu sendiri.
“Kami berharap adanya pemberitaan di bidang Migas yang baik, sesuai dengan kode etik. Ini juga bisa mempengaruhi produksi (Migas) kita. Untuk itu, kerjasama dan komunikasi aktif antara insan pers dengan SKK Migas beserta KKKS harus terus terjalin dengan baik,” ujarnya, Kamis (17/09/2015).
Tirat juga mengatakan, saat ini harga minyak dalam kondisi turun menjadi sekitar 45 dollar dari nilai sebesar 100 dollar. Dimana, hal itu menunjukkan ada penurunan sebesar 55% yang telah berlaku hampir satu tahun lamanya.
“Dengan adanya penurunan itu menunjukkan dalam fase sulit sekali. Akibatnya, kita harus memilih-milih program yang mana menjadi prioritas dan tidak prioritas,” ujar dia.
Meski demikian, kata Tirat, pihaknya ada program yang tidak dikurangi yakni program sosial berupa Corporate Social Responsibility (CSR) dan bantuan lainnya. Sebab, pihaknya beranggapan masyarakat juga turut berdampak karena rupiah pun turun. Sehingga daya beli masyarakat berkurang.
“Dengan kondisi ini wartawan harus mampu memberi edukasi kepada publik tentang pentingnya energi bagi kehidupan masyarakat. Media harus memberikan data-data secara benar sehingga masyarakat menjadi tahu dan mendukung kegiatan hulu migas. Media juga harus bisa memberikan kritik apabila perusahaan migas melakukan kekeliruan,” kata dia.
Untuk itu, Sirat berharap dengan adanya media gathering ini SKK Migas-KKKS Sumsel bersama FJM bisa saling berbagi pengetahuan (sharing) tentang apa saja yang terjadi di industri hulu migas dan pengetahuannya menjadi meningkat.
“Saya masih menemui beberapa wartawan mungkin masih baru, jadi pengetahuannya masih sangat dasar. Sedangkan, untuk wartawan senior bisa mengupas seluk beluk migas dan kendala sosial. Di media gathering ini kita saling bertukar pikiran,” kata dia.
SEmentara itu Dian Sulistiawan, Kepala Urusan Humas dan Kelembagaan SKK Migas mengatakan, kegiatan itu merupakan silaturahmi antara media massa di wilayah Sumbagsel dengan SKK Migas-KKKS Sumsel.
“Kegiatan ini adalah untuk mempererat kemitraan dengan media, sehingga dapat mendukung kegiatan industri hulu migas di wilayah Sumbagsel,” ujarnya pula.
Selain itu, menurutnya, kegiatan Media Gathering yang juga diisi dengan pengenalan industri migas adalah agar jurnalis bisa menambah wawasan tentang industri hulu migas.(Zainal Piliang/NHO)





