Dishut Muba Upayakan Program HTT

Muba,Newshanter.com – Sebagai salah satu upaya rehabilitasi kawasan hutan sekaligus pemanfaatan lahan dalam bentuk ekonomi produktif. KPHP Meranti akan melakukan upaya program pengelolaan Hutan Tanaman Terpadu (HTT) dengan cara pembudidayaan tanaman pokok Kalimuru.

Hal itu disampaikan kepala dinas kehutanan kabupaten Musi Banyuasin Drs Bustanul Arifin saat dikonfirmasi diruang kerjanya,Pekan lalu, . “Perencanaan ini sangat baik, karena disamping sebagai bentuk upaya kita untuk merehab kawasan hutan yang mulai gundul sekaligus dapat bermanfaat sebagai usaha ekonomi produktif. Karena tanaman ini dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu 6 tahun”, ungkap Bustanul.

Pengelolaan hutan tanaman terpadu sendiri akan dilakukan dibeberapa titik, seperti kecamatan Bayung Lencir, kecamatan Tungkal Jaya, kecamatan Batang Hari Leko. Sedangkan Untuk sementara ini pihaknya sudah mempersiapkan persemaian di kecamatan Batang Hari leko.

Menurut Bustanul, program ini dilaksanakan oleh pihak ketiga dengan melibatkan pemerintah dalam hal ini pihak dinas kehutanan melalui KPHP Meranti Sungai Merah, pihak perusahaan selaku donatur yaitu PT Kalimuru dan masyarakat.
“Mou antara KPHP Meranti, dengan pihak ketiga yaitu PT Kalimuru dan melibatkan masyarakat sudah dirancang. Sementara itu penanaman menggunakan bibit Kalimuru asal dari Nusa Tenggara Barat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wan Kamil SH, kepala KPHP Meranti Sungai Merang menambahkan bahwa dengan pelaksanaan program ini tentunya sangat menguntungkan, karena program ini adalah dapat memanfaatkan dengan luasan sedikit mempunyai nilai ekonomi yang maksimal.
“Tanaman yang dibudidayakan adalah pohon Kalimuru dengan daur ulang 6 tahun bisa ditebang dan setiap tahun dapat ditanami dengan tanaman sela kaliandra atau ubi racun”, papar Wan Kamil.
Setiap tahunnya dapat memperoleh hasil dari tanaman sela dan dalam jangka 6 tahun pohon Kalimuru dapat dimanfaatkan. “Konsep program tersebut sangat menjanjikan, makanya tahun ini kita uji coba dengan demplot untuk melihat seberapa beda konsep dengan implementasinya”, imbuh Wan Kamil.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk kerja sama dengan PT Kalimuru baru sebatas pembuatan demplot (percontohan) jika nantinya terbukti menghasilkan maka pihaknya akan menerapkan dengan masyarakat setempat(Herry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *