Newshanter.com.- Nama Ustaz Abdul Somad kini makin dikenal sebagian masyarakat luas.Banyak yang mengandrungi Ustad Somad karena mendengarkan ceramahnya secara langsung dari mimbar maupun melalui media sosial.
Dalam ceramahnya, pendakwah dan ulama asal Pekanbaru, Riau ini sering mengulas berbagai macam persoalan agama, khususnya kajian ilmu hadits dan Ilmu fikih.
Selain itu, ia juga banyak membahas mengenai nasionalisme dan berbagai masalah terkini yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.
Namun, kepopuleran ustaz 40 tahun ini mulai diketahui banyak pihak karena kritikan yang ditujukan kepada seleb Indonesia, Rina Nose, yang secara kontroversial membuka hijabnya beberapa waktu yang lalu.
Lalu, namanya juga semakin diketahui karena saat ditolak di Hongkong.Hingga seorang wartawan koran olahraga dipecat karena menghujat Ustaz Somad ini.
Sebenarnya, dalam kajian dalam berdakwahnya, Ia dikenal memiliki ulasan yang cerdas dan lugas, ditambah lagi dengan keahlian dalam merangkai kata yang menjadi sebuah retorika dakwah, membuat ceramah Ustadz Somad begitu mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat.
Kajian-kajiannya yang tajam dan menarik membuat banyak orang suka ceramah atau tausiahnya.
Di tengah kesibukannya sebagai dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau, Ustadz Somad kini harus keliling Indonesia menghadiri berbagai macam undangan.
Entah berapa undangan beliau yang dipenuhi dalam sehari, seminggu, atau sebulan.
Namun, dibalik jadwal padatnya dalam undangannya ke suatu tempat, apakah kalian tahu berapa tarifnya?
Melansir dari Warta Kota, dalam sebuah pertanyaan di pengajiannya ada yang menanyakan, berapa sih tarif beliau sekali diundang atau apa saja syarat dipenuhi untuk mengundangnya?
“Apakah pihak Ustadz Somad menentukan nominal tarif untuk undangan ceramah?”
Lalu apa jawaban Ustadz Somad?
Sampai sekarang, belum lagi. Sebelum saya tentukan (tarif) ini, undanglah. Tapi kalau saya sudah tentukan (tarif), payahlah yang ngundang,” kata dia disambut tawa jamaah.
Hingga saat ini, dia mengaku tak pernah memasang tarif saat diundang.
Dirinya malah senang ketika banyak yang mengundang.
Selanjutnya, ada juga pertanyaan yang sepertinya bukaan dari jamaah di hadapannya, saat itu.
Pertanyaannya adalah soal fasilitas ketika diundang.
“Ustadz Somad, katanya kalau penceramah ini diundang minta tiket pesawatnya 3, harus kelas eksekutif, harus Garuda, Lion tak mau karena delay,” demikian pertanyaan itu yang keluar langsung dari mulut ustadz alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir dan Institut Dar Al-Hadits Al-Hassania, Maroko tersebut.
Lalu dijawab dia, “Saya ndak. Mau aja orang mengundang kita menyampaikan ayat-ayat Allah ini, alhamdulillah. Mestinya kita yang datang. Lalu dia bawa kita. Mestinya saya datang ke rumah ini, tapi kemudian diundang keluarga besar Hidayatullah, alhamdulillah.”
Pada kesempatan itu, Ustadz Somad menyindir sebagian dai yang dikontrak stasiun televisi.
Berbeda dengan dirinya yang hingga kini memilih tak masuk tivi.
“Insya Allah, saya tak masuk tivi. Ustadz Abdul Somad akan kami kontrak sekian episode. Aku tak mau kontrak, nanti saya jadi lelaki kontrakan,” kata dia.
Ia menambahkan, “Kalau kebetulan saya ke Jakarta, kalian mau ajak saya (ceramah) subuh karena subuh kosong, kalian jemput saya ke hotel, oke.”
Ustadz Somad mengaku enggan dikontrak stasiun televisi karena dirinya tak suka diatur-atur dalam ceramah.
Terlebih lagi harus di-makeup pihak tertentu.
“Tapi, kalau saya dikontrak, pakai pakaian begini, harus di-makeup oleh bencong, nanti tangannya harus begini, begini, aku tak bisa dibuat-buat gayanya. Kalau kalian mau ikut gayaku, ikut aku. Tak mau? Ya, udah. cari yang lain.” ungkap Ustaz Somad. (Sumber: TribunStyle.com)






