Jakarta, newshanter.com – Kebahagiaan luar biasa tengah menyelimuti pasangan selebritas Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani. Setelah sembilan tahun melewati ujian kesabaran dan perjuangan panjang melawan infertilitas, mereka akhirnya resmi menyandang status sebagai orang tua.
Tangis haru pun pecah saat putra pertama mereka, Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi, lahir dengan sehat (berat 2,45 kg, panjang 45 cm) di Primaya Evasari Hospital, berkat kesuksesan program bayi tabung (IVF) bersama Smart Fertility Clinic.
Hanya Punya Satu Peluang Embrio
Perjalanan pasangan ini untuk mendapatkan buah hati sama sekali tidak mudah. Yulia sempat harus menjalani operasi pengangkatan kedua tuba falopi (salpingektomi) akibat gangguan reproduksi. Kondisi ini membuat kehamilan alami maupun metode inseminasi menjadi mustahil, sehingga program IVF menjadi satu-satunya harapan terakhir mereka.
“Perjalanan kami bukan proses yang mudah. Selama bertahun-tahun kami belajar untuk tetap kuat, pasrah namun tidak menyerah,” kenang Rifky emosional, Selasa (19/5/2026).
Sebelum memantapkan hati, mereka bahkan sempat mencari referensi dan berkonsultasi ke 7 dokter dan 1 profesor, hingga akhirnya merasa berjodoh dengan Smart Fertility Clinic dan Primaya Evasari Hospital.
Menariknya, dr. Darma Syanty, Sp.OG., Subsp. FER., dokter spesialis yang mendampingi mereka, mengungkapkan bahwa perjuangan ini sempat diwarnai ketegangan karena faktor peluang.
“Dalam kasus ini, hanya ada satu embrio yang berhasil. Jadi, kehamilan yang terjadi ini benar-benar sebuah keajaiban dan anugerah yang sangat luar biasa,” cerita dr. Darma. Setelah melalui proses panjang dari pengambilan sel telur (OPU) di Februari 2025 hingga transfer embrio beku (FET) di September 2025, satu-satunya embrio tersebut berhasil tumbuh dengan baik.
Proses Melahirkan yang Nyaman dan Minim Nyeri
Tak hanya sukses di program IVF, proses persalinan Yulia di Primaya Evasari Hospital juga dirancang senyaman mungkin menggunakan metode modern ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) yang dikombinasikan dengan TAP Block. Metode ini terbukti ampuh meminimalkan rasa nyeri pasca-operasi caesar, sehingga sang ibu bisa pulih jauh lebih cepat.
Rifky pun mendampingi langsung seluruh proses persalinan yang dianggapnya sebagai momen paling berharga dalam hidupnya. Hebatnya lagi, fasilitas pemulihan pasca-melahirkan di rumah sakit ini dikemas sangat memanjakan pasien, lengkap dengan layanan spa dan facial agar sang ibu bisa menjalani masa recovery dengan rileks.
CEO Smart Fertility Clinic, dr. Laura Leandra Setiawan, beserta Direktur Primaya Evasari Hospital, dr. Wily Kurniady, MARS, kompak menyampaikan rasa syukur dan berharap kisah sukses Rifky dan Yulia bisa menjadi suntikan semangat baru bagi para “pejuang garis dua” di luar sana agar tidak pernah kehilangan harapan. (*)





