BANYUASIN -Newshanter.com ,-Pasangan Suami Istri (Pasutri) Iryadinata (60) dan Yuliana (59) warga Jalan Tanah Emas Kompleks Perumahan Azhar Rt 16/4 Blok L 5 No 2 Kelurahan Tanah Emas Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), di rampok begal tidak jauh dari rumahnya ketika hendak pergi berbelanja ke Pasar Km 12, Kamis (09/04/2014) sekitar pukul 03.30.
Pasutri ini meski sudah berlumuran darah akibat luka bacok dan tusuk yang diderita, Iryadinata beserta istrinya, masih sempat berjalan untuk mencari pertolongan. Namun akibat luka yang diderita cukup parah, pasangan suami istri ini pun akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
Menurut keterangan kepada Ketua RW setempat, Mulhadi, ia adalah orang yang pertamakali mengetahui adanya peristiwa perampokan berdarah itu. Saat itu sekitar pukul 04.00, ia hendak pergi ke masjid untuk menghidupkan toa tanda waktu subuh seperi biasa. Namun dalam perjalan persisnya di depan lorongnya, ia mendengar suara teriakan minta tolong.
“Setelah mendengar teriakan itu, saya langsung mendekati asal sumber suara dan ternyata saat didekatai ada sosok lelaki menggunakan helm dengan muka dan pakaian yang berlumuran darah sehingga membuat saya sempat terkejut,” jelasnya.
Karena saat itu masih dalam keadaan gelap dan tidak dapat melihat wajah sosok lelaki tersebut dengan jelas, dikatakan Mulhadi, ia pun langsung menanyakan nama kepada sosok tersebut. Dan ia pun terkejut setelah mendengar jawaban bahwa sosok tersebut adalah Iryadinata yang tidak lain adalah warganya.
“Setelah mengetahui korban adalah Pak Iryadinata, saya langsung membopongnya ke Bidan tidak jauh dari lokasi. Namun berhubung luka yang dialami cukup parah, sehingga Bidanpun langsung membawa ke RS dengan menggunakan mobil milik sang Bidan,” terangnya.
Dalam perjalanan itu, masih dikatakan Mulhadi, korban masih dalam keadaan sadar dan sempat meminta untuk dibawa ke RS Bhayangkara Palembang. Namun tiba-tiba saja ketika belum sampai di lokasi yang dituju, korban mulai tidak sadar. Dan karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, sehingga korbanpun langsung dibawa ke RS Myria Palembang untuk segera mendapatkan perawatan. Namun selang beberapa saat menjalani perawatan, dokter menyatakan korban telah meninggal.
Sementara itu, Safaruddin Ketua Rt setempat,menjelaskan, korban Yuliana ditemukan tidak sadar di depan pintu rumah milik seorang warganya yang bernama Muslimin atau kurang lebih berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
“Ibu Yuliana ini ditemukan setelah terkena sorot lampu mobil milik warga yang awalnya hendak mengantar Pak Iryadinata untuk ke RS. Tapi ternyata pas kami datang Pak Iryadinata sudah dibawa terlebih dahulu,” jelasnya.
Setelah menemukan Ibu Yuliana tidak sadar, dikatakan Safarudin, wargapun langsung membawanya juga ke RS Myria menyusul suaminya yang sudah dibawa terlebih dahulu. Saat itu warga belum mengetahui pasti korban sudah meninggal apa belum.
“Mungkin Ibu Yuliana di depan pintu rumah itu hendak meminta tolong tapi tidak ada yang mendengar. Dan karena juga mengalami luka sehingga ia tidak kuat lagi dan tidak sadar itu,” terangnya.
Diceritakan Safarudin, korban Iryadinata merupakan seorang pensiunan BPBD Sumsel sedangkan sang istri, Yuliana adalah seorang ibu rumah tangga (IRT). Pasutri tersebut sehari-hari biasa bekerja berjualan di Kantin Kantor BPBD Sumsel. Dan mereka hanya tinggal berdua karena ketiga anaknya telah berkeluarga dan tinggal di rumahnya masing-masing.
“Pak Iryadinata sangat berkepribadian baik, dia juga bermasyarakat karena dulu juga sempat menjadi Ketua Rt kami dan juga aktif dalam mengisi masjid. Demikian juga Ibu Yuliana,” ungkapnya.
Selain itu, masih diceritakan Safarudin, korban berdua memang sudah biasa pergi sebelum subuh untuk pergi ke Pasar membeli belanjaan yang akan dijual di Kantin. Ia memprediksi korban memang sudah diincar oleh pelaku karena adik ipar korban yang pergi duluan sekitar 15 menit melalui TKP tidak terjadi apa-apa.
“Mungkin mereka sudah diincar, tapi yang diincar hanya motor. Karena handphone dan uang Rp 500 ribu di dompet korban tidak diambil,” katanya.
Menurut Safarudin, peristiwa ini bukan hal yang pertama kali terjadi. Dua bulan lalu di tempat serupa juga terjadi parampokan, bahkan beberapa tahun lalu juga di tempat yang sama perampok motor berhasil dimassa dan motornya dibakar.
saat melakukan takziah.
“Daerah ini memang rawan, pernah dilakukan siskamling tapi jalan dua bulan mandek lagi. Lampu jalan juga mati, sementara daeerah itu kanan kiri belukar agak jauh dari pemukiman,” katannya.
Kapolsek Talang Kelapa Banyuasin, Kompol RH Marpaung melalui Kanit Reskrim, Iptu Rio B menjelaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan anggotanya, sebelum melakukan aksinya pelaku yang diperkirakan berjumlah dua orang, sengaja menuggu dan mengintai korbannya.
“Karena dari TKP, kita temukan adanya bungkus obat nyamuk oles dan sejumlah puntung rokok. Mereka juga sengaja meletakkan sebuah bambu di tengah jalan untuk memperlambat laju kendaraan korban. Selain itu, dari TKP juga diamankan sebilah parang, dompet dan handphone milik korban. Diperkirakan kejadiannya berlangsung sekitar pukul 03.30,” terangnya.
Saat korban melintas dan memperlambat laju kendaraannya, dikatakan Rio, kedua pelaku langsung menghadang dan menyerang korban. Karena melawan, pelaku langsung membacok korban dan kemudian membawa lari sepeda motor Honda Vario Techno berwarna biru putih BG 6833 JAD.
“Dari hasil visum, korban pria mengalami sembilan luka bacok dan tusuk di sekujur tubuhnya seperti di bagian dada dan punggung. Sedangkan korban wanita mengalami luka memar di belajang dan dua luka tusuk di bagian punggungnya. Kemungkinan besar korban melakukan perlawanan, sehingga pelaku menghujamkan banyak tusukan,” terangnya.
Setelah pelaku melarikan diri, masih dikatakan Rio, kedua korban berteriak dan berusaha meminta tolong kepada warga. Namun karena di lokasi kejadian jauh dari pemukiman membuat keduanya berusaha kembali ke rumahnya. Dan karena kehabisan banyak darah, korban wanita akhirnya terduduk di jalan, sedangkan suaminya masih berusaha menuju rumah bidan setempat. Saat itulah, warga yang hendak pergi ke mesjid menemukan korban dan langsung membawa keduanya ke rumah sakit. Tapi belum sampai ke rumah sakit, keduanya sudah meninggal.
“Upaya kedepan, kita akan meningkatkan partoli dan koordinasi dengan tokoh masyarakat, agar segera melaporkan apabila ada hal-hal yang mencurigakan di sekitar pemukiman,” ungkapnya.
kapolPolda Sumsel Usut Begal Sadis yang Bunuh Pasutri
Atas Aksi begal yang menewaskan pasutri di kawasan Perumahan Azhar Kelurahan Tanah Mas Talang Kelapa Banyuasin, Sumsel, Kamis (09/4/2015) dini hari, menjadi atensi Polda Sumsel.
Instansi utama Polri di wilayah Sumsel ini memastikan akan membantu Polres Banyuasin dan Polsekta Talang Kelapa untuk mencari identitas pelaku.
Dikatakan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Iza Fadri, kejadian ini sudah dikategorikan sadis dimana pelaku dengan tega menghabisi nyawa kedua korban untuk mengambil sepeda motor yang dikendarai korban.Untuk itulah, kejadian ini ikut menjadi perhatian Polda Sumsel dengan membantu menerjunkan tim mencari keberadaan pelaku.
“Untuk saat ini, identitasnya masih kita cari, begitu juga dengan keberadaannya. Peristiwa ini saya kategorikan sebagai peristiwa sadis sehingga harus segera ditangkap supaya tidak menghadirkan korban selanjutnya,” kata Iza, Jumat (10/04/2015).
Menilai aksi ini sudah sadis dan pelaku yang berbahaya, Iza mengatakan, anggota yang sedang bertugas memburu untuk berhati-hati.
Ia pun tidak ragu memerintahkan anggotanya supaya melakukan tindakan tegas secara terukur jika ada perlawanan dari pelaku.
Kapolres Banyuasin: Instruksikan Tembak ditempat Begal
Kapolres Banyuasin, AKBP Julihan Muntaha memastikan jajarannya akan menindak tegas begal dengan tembak di tempat bagi begal yang beraksi di wilayah hukumnya.
“Saya telah menginstruksikan kepada jajaran untuk melakukan tembak ditempat kepada pelaku begal, karena karena aksi mereka sudah sangat meresahkandengan berlaku sadis hingga membunuh korbannya,” ungkap Kapolres Banyuasin, AKBP Julihan Muntaha, Jumat (10/04/2015).
Ia menyampaikan sedianya upaya antisipasi dengan menggelar razia kendaraan bermotor dan senjata tajam dan patroli oleh tim unit kecil lengkap (UKL) terus dilakukan namun demikian memang pelaku begal mencuri kesempatan untuk menjalankan aksinya.
Pihaknya juga mengharapkan peran serta masyakat untuk menjaga lingkungan masing masing dan apabila memang ada aktivitas mencurigakan segera dilaporan.
Dirinya juga mengharapkan pengguna jalan dapat mengunakan jalan yang ramai pemukiman dan berkelompok apabila memang diperlukan aktivitas perjalanan dimalam hari untuk mengantisipasi aksi begal. Disisi lain pihaknya juga akan menyebar anggota dititik rawan, untuk memantau dan membekuk pelaku begal yang kian membabi buta.
“Kami juga telah memberikan perhatian lebih di sejumlah titik perbatasan Kabupaten Banyuasin, dengan Kota Palembang dan Kabupaten Muba. Seperti halnya, Kawasan Jakabaring, Mariana, Talang Kelapa dan Betung dimana kawasan itu memang kerap dimanfaatkan pelaku begal yang dengan mudah masuk ke wilayah lain,“ tegasnya.(Net/TIM/NHO)





