Rumah Hamidah Pasien Struk Butuh Sentuhan Pemerintah

Kondisi Rumah Hamidah yang butuh sentuhan Pemerintah

KAYUAGUNG (OKI), Newshanter.com – Sangat disayangkan setelah habis tenaga diwaktu muda, kini Hamidah (67) harus mengalami masa suram dimasa tuanya, dimana selain tak berdaya dengam kondisi tubuh yang dimakan usia kini penderitaannya semakin lengkap didalam hidupnya yakni rumah hamidah pun perlu sentuhan dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Pusat melalui Program Rumah Layak Huni yang diperuntukan bagi masyarakat miskin, Kamis (25/5/2023).

Namun hal tersebut tidak satupun program Pemerintah dirasakannya semenjak program Rumah Layak Huni Atau Bedah Rumah diluncurkan, Hamidah hanya berpasrah saja dengan kondisinya. Upaya dari Pemerintah Desa/Kelurahan saja tidak pernah diusulkan ataupun direspon apalagi dari Pemerintah Propinsi dan Pusat.

Selain menderita stuk ringan dan pergeseran tulang pinggul sebelah kanan akibat terjatuh Hamidah seorang janda tua yang tidak memiliki pekerjaan tetap alias kerja serabutan, beliau hanya mengandalkan buruh cuci pakaian keliling dari rumah-kerumah warga disekitar tempat tinggalnya dan desa (Kelurahan) tetangga juga bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dadakan. Yang memiliki upah Rp.15.000-Rp.20.000 atas jasanya tersebut per rumah tangga.

Ironisnya, ketika ditanya apakah pernah ada pendataan program rumah layak huni atau bedah rumah dari petugas baik dari Tim Kelurahan dan Pemda atau Pusat selalu dilewatkan begitu saja.

Mirisnya, Ketika Tim Kesehatan dari Puskesmas Kutaraya melakukan aksi cepat melihat kondisi kesehatannya, harus rela antrian takut anak tangga rumahnya ambruk bahkan lantai rumah pun lapuk sehingga nyaris patah dan memakan korban, ditambahkan lagi berbagai ungkapan dari para tim medis ini pun terucap pilu saat melihat secara langsung baik kondisi fisik dan rumah Hamidah ini. Bahkan sepintas terlihat hampir pihak dari Kemensos RI Dirjen Rehabilitasi Sosial pun menggelengkan kepala seakan tidak percaya apa yang mereka saksikan secara langsung kondisi rumah masyarakat yang notabenenya didalam Ibukota Kabupaten OKI masih terdapat rumah yang memperihatikan.

Berdasarkan pantauan Media Newshanter.com dilapangan dan menyaksikan secara langsung baik tim medis, pihak kelurahan dan Tim Kemensos RI yang turun langsung melihat kondisi Hamidah seakan tidak dapat dipercaya bahwa rumah hamidah tidak tersentuh oleh Program Pemerintah Rumah Layak Huni atau pun Bedah Rumah yang dilakukan oleh Pemkab. OKI, Pemprop serta Pusat itu.

Zainal dan Aang warga sekitar mengatakan bahwa propgram Layak Huni atau Bedah Rumah ini seakan hanya diperuntukan bagi mereka yang dekat dengan perangkat saja atau pihak kelurahan atau pemkab OKI saja.

“Dari waktu ke waktu dan setiap pergantian lurah dan perangkat setau kami orang sini yang namanya bedah rumah/Layak huni selalu yang dapat itu pihak atau keluarga dari para perangkat saja, seolah tidak ada lagi rumah warga yang lebih layak dibantu selain hanya rumah mereka”,cetus keduanya, sembari mempertanyakan bahwa program tersebut hanya untuk para perangkat kelurahan saja bukan untuk masyarakat yang lebih layak.

Salah satu Ketua RT Kelurahan Kayuagung yang minta namanya disamarkan mengungkapkan meminta tolong kepada awak media untuk dapat memberikan masukan atau mengusulkan rumah ibu Hamidah agar mendapat program Rumah Layak Huni kepada Pemda OKI.

“Tolong dek bantu kalau bisa kamu buatkan usulan kepada Pemda OKI disana agar memintakan usulan bahwa rumah Ibu Hamidah ini diusulkan untuk dibedah/Rehabilitas. Jika memang ada syaratnya saya siap bantu persiapkan, mengingat saya orang baru jadi perangkat jadi masih tahap belajar dan melihat kodisinya sangat perihatin”,akunya polos.

Berdasarkan informasi bahwa meminta kepada instansi terkait untuk dapat terjun kelapangan melihat kondisi rumah ibu Hamidah secara dekat dan langsung, apakah layak untuk dibantu atau tidak. Adapun pihak terkait tadi baik pihak kelurahan, Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat (DPRKP), Badan Perencanaan Daerah (Bappeda), Dinas Sosial dan terkait lainnya agar langsuk chek lapangan terkait kelayakan dari rumah Hamidah ini. Jangan diduga hanya menerima laporan dari anak buah atau hasil survey yang notabenennya hanya direkayasa agar program tersebut tepat sasaran.

Tim Medis saat memantau Kodisi Hamidah, dengan hati-hati menaiki anak tangga yang sudah lapuk

(Salim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *