Palembang, newshanter.com – Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang menghadiri langsung kegiatan reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Palembang masa persidangan II tahun 2022 Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kemuning, dan Sukarami.
Adapun reses ini sendiri yang dikunjungi adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Palembang, demikian diutarakan Kepala Disdik Kota Palembang H Akhmad Zulinto saat ditemui usai kegiatan.
Dikatakan Kepala Disdik Kota Palembang H Akhmad Zulinto, dimana dalam reses ini saya sengaja untuk datang langsung kepada anggota DPRD kota Palembang yang reses ke sekolah-sekolah.
“Karena kami ingin menyampaikan apa sih kebutuhan sekolahan itu, apakah itu gedungnya, drainasenya, atau mungkin sarana dan pra sarananya, atau juga kesejahteraan gurunya, pegawainya, itu yang harus kami sampaikan dengan anggota DPRD kota Palembang,” ujarnya.
Kemudian, paling tidak mereka itu bisa menyampaikan aspirasi kami kepada pemerintah, yaitu pemerintah kota (Pemkot) Palembang. Kita ajak mereka berkolaborasi, alhamdulillah banyak permasalahan yang kami sampaikan.
Mulai dari gedung kita ini sudah cukup bagus, tapi masih ada yang belum terselesaikan, mudah-mudahan kalau ada aspirasi.
“Masalah guru yang diangkat P3K, kami sudah sampaikan bahwa 3500, tapi kami minta di backup, belum tahu dalam perjalanan ada masalah,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, dimana kami minta dengan DPRD kota Palembang harusnya memberikan satu benteng jangan sampai ini terjadi kisruh.
Dimana ada yang menarik dari teman-teman tentang tunjangan kepala sekolah, itu betul sudah 1 atau 2 tahun yang lalu saya usulkan.
“Bahwa Kepala Sekolah itu paling tidak untuk Sekolah Dasar itu tunjangannya minimum 5 juta, Sekolah Menengah Pertama berkisar 10 juta atau disamakan,” katanya
Masih disampaikannya, kenapa demikian, ini juga memberikan reward kepada kepala sekolah, sehingga didalam perjalanan disekolah tidak ada macam-macam.
Artinya dana BOS memang sesuai dengan apa yang dibuat dalam perencanaan, tidak ada kecurigaan, karena mereka sudah ada tunjangan, sejenis tunjangan kinerja (tukin), walaupun namanya bukan tukin.
“Kami menyampaikan juga dukungan masalah keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat, misalnya baju seragam anak-anak sekolah siswa baru,” bebernya.
Menurut Kepala SMP Negeri 10 Palembang Toni Sidabutar, kami dari pihak SMP Negeri 10 Palembang sangat merespon, sangat baik, karena baru kali inilah ada kunjungan ke sekolah.
Karena mereka mau menyerap aspirasi dari mungkin dari guru, dari masyarakat, seperti yang kita dengarkan tadi, jadi kami sangat cukup baguslah. Memang wakil rakyat itu harus terjun seperti ini untuk mencari aspirasi-aspirasi.
“Dimana yang diharapkan tadi itu agar bantuan dari siswa miskin, agar artinya anggota DPRD itu mendukung bagaimana sekolah-sekolah yang tidak dapat bantuan dari pusat,” imbuhnya.
Masih dilanjutkannya, harapan kami itu agar anggota DPRD itu bisa mendorong, agar siswa-siswa miskin itu atau yang tidak mampu itu ada bantuan juga atas dorongan daripada mereka terhadap Pemkot Palembang.
Memang mungkin dari Disdik Kota Palembang sudah mengajukan, mungkin yang pertama mungkin anggarannya tidak cukup, tetapi kita selalu ingatkan supaya mereka selalu memperhatikan anak-anak yang miskin.
“Kita ingin membantu anak-anak yang kurang mampu, jangan sampai bantuan yang didapat dari pusat itu, hanya itu-itu terus,” jelasnya.(ton)





